Leeds Siapkan Tawaran untuk Elvedi: Bek Serba Bisa Incaran Farke
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan akan mengajukan tawaran resmi untuk merekrut bek Borussia Mönchengladbach, Nico Elvedi, dengan nilai transfer sekitar £8,5 juta.
- Kepergian Pascal Struijk ke Brighton membuat Leeds kehilangan bek kiri alami, sehingga Elvedi yang bisa bermain di beberapa posisi pertahanan menjadi solusi ideal.
- Elvedi dianggap sebagai kombinasi antara Anton Stach dan Ethan Ampadu karena kemampuan bertahan dan fleksibilitas posisinya.

Leeds United bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengincar bek tengah Borussia Mönchengladbach, Nico Elvedi, sebagai jawaban atas kebutuhan lini belakang yang mendesak. Klub asal Yorkshire Barat itu dikabarkan akan segera mengirimkan tawaran resmi untuk pemain timnas Swiss tersebut, menyusul kepergian Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion yang meninggalkan lubang di sisi kiri pertahanan.
Kepergian Struijk, yang telah membela Leeds selama enam tahun dan menjadi starter di 33 pertandingan Premier League musim lalu, memaksa manajer Daniel Farke mencari pengganti yang setara. Namun, kebutuhan Leeds tidak berhenti di situ. Farke, yang musim lalu beralih ke formasi tiga bek (3-4-2-1 atau 3-5-2) untuk menghindari degradasi, membutuhkan lebih banyak opsi di posisi bek tengah. Pemain seperti James Justin dan Ethan Ampadu kerap dimainkan di posisi yang bukan natural mereka untuk menutupi kekurangan pemain.
Elvedi, yang baru saja tersingkir dari Piala Dunia bersama Swiss setelah kalah 3-1 dari Argentina, dikabarkan terbuka untuk pindah ke Elland Road. Pemain berusia 29 tahun itu dihargai sekitar £8,5 juta dan memiliki pengalaman luas di Bundesliga. Musim lalu, ia mencatatkan jumlah sapuan (clearances) terbanyak di liga Jerman, menunjukkan kemampuannya membaca permainan dan memotong serangan lawan.
Yang membuat Elvedi menarik bagi Leeds adalah fleksibilitasnya. Selain menjadi bek tengah, ia juga pernah bermain sebagai gelandang bertahan, bek kiri, dan bek kanan. Hal ini mengingatkan pada Ethan Ampadu, yang lebih nyaman sebagai gelandang bertahan namun kerap diplot sebagai bek tengah. Farke, yang dikenal gemar bereksperimen dengan formasi, bisa memanfaatkan Elvedi di berbagai skema, baik tiga bek maupun empat bek. Kehadirannya juga bisa menjadi duet yang solid dengan Anton Stach, rekrutan sukses Leeds dari Bundesliga musim lalu yang mencetak lima gol dan tiga assist di Premier League.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak diikuti di Tanah Air, dan setiap keputusan klub seperti Leeds—yang baru promosi dan berjuang bertahan—bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad yang kompetitif. Fleksibilitas pemain seperti Elvedi menjadi aset berharga di tengah padatnya jadwal dan risiko cedera.
Leeds kini harus bergegas menyelesaikan kesepakatan ini sebelum musim baru dimulai. Dengan kepergian Struijk dan kebutuhan akan kedalaman skuad, Elvedi bisa menjadi solusi jangka pendek maupun panjang. Pertanyaannya, mampukah Leeds mengalahkan persaingan dari klub lain yang juga mengincar jasa pemain berpengalaman ini?



