Gempa M5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RSUD Tewas Tertimpa Reruntuhan
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi tektonik magnitudo 5,4 melanda Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam, menyebabkan satu pasien RSUD meninggal dunia.
- Guncangan dirasakan hingga Gorontalo dan memicu kerusakan pada sejumlah bangunan publik serta rumah warga, memaksa sebagian penduduk mengungsi.
- BMKG memastikan gempa dangkal akibat subduksi tanpa potensi tsunami, namun mengimbau kewaspadaan terhadap gempa susulan.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7) malam, merenggut nyawa seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol. Peristiwa ini menjadi sorotan karena korban jiwa pertama kali dilaporkan dalam bencana tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh Kachfi Mardjuni, mengonfirmasi bahwa satu pasien RSUD Buol meninggal dunia akibat terdampak gempa. "Data sementara yang kami terima, terdapat satu korban meninggal yang merupakan pasien di RSUD Buol," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu malam. Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan rusak, termasuk sebagian ruang perawatan RSUD Buol, kantor mal pelayanan publik, kantor inspektorat, rumah makan, dan beberapa rumah warga di Kelurahan Kali serta Leok II.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 20.46 WITA dengan episentrum sekitar 37 kilometer timur laut Buol dan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan cukup kuat di Buol, Tolitoli, Parigi Moutong, hingga Marisa dan Tilamuta di Provinsi Gorontalo. Skala intensitas mencapai IV MMI di beberapa wilayah, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, gerabah pecah, dan dinding berbunyi. Sementara itu, skala III MMI terasa di Parigi, Marisa, dan Tilamuta.
Akibat gempa, sebagian warga sempat berhamburan keluar rumah dan memilih mengungsi ke wilayah Gunung Kali serta beberapa kecamatan yang dianggap lebih aman. Kachfi menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah setempat dan BPBD Sulawesi Tengah segera melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dan mencatat kerusakan. "Untuk malam ini situasi sudah kondusif dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah, namun kami tetap mengimbau kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan," tambahnya.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik geser (oblique-thrust). Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami dari gempa tersebut. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat subduksi," kata Wijayanto.
Gempa Buol menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Indonesia terhadap bencana seismik, terutama di zona subduksi aktif. Pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa siap infrastruktur kesehatan dan bangunan publik di daerah rawan gempa menghadapi guncangan serupa? Evaluasi menyeluruh terhadap standar konstruksi dan prosedur evakuasi di fasilitas umum, khususnya rumah sakit, menjadi agenda mendesak untuk meminimalkan korban jiwa di masa depan.



