FIFA Buka Peluang Piala Dunia 64 Tim: Impian atau Beban Baru?
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIFA Gianni Infantino mengisyaratkan kemungkinan ekspansi Piala Dunia menjadi 64 tim setelah edisi 2026 rampung.
- Edisi 2026 dengan 48 tim dinilai sukses oleh Infantino, meskipun menuai kritik awal, dengan peningkatan partisipasi dan performa tim dari berbagai benua.
- Rencana ini berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola global, termasuk peluang dan tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang perluasan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim, sebuah wacana yang akan dibahas setelah turnamen edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir. Langkah ini, jika terwujud, akan mengubah wajah turnamen sepak bola terbesar di dunia secara fundamental.
Infantino, dalam wawancara dengan stasiun televisi Swiss Blue Sport, menegaskan bahwa evaluasi terhadap format 48 tim yang baru pertama kali diterapkan tahun ini akan menjadi dasar diskusi ke depan. โSemua isu ini akan kami kaji setelah Piala Dunia,โ ujarnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa turnamen harus menjadi milik seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan.
Ekspansi dari 32 ke 48 tim pada 2026 sempat menuai kritik tajam, namun Infantino mengklaim turnamen berjalan sukses. Ia menunjuk pada peningkatan kualitas permainan dan partisipasi tim dari berbagai benua. โSembilan dari sepuluh tim Afrika mencapai fase gugur. Pada Piala Dunia sebelumnya, hanya ada lima tim dari Afrika. Ini menunjukkan betapa pentingnya memberi kesempatan kepada semua tim,โ katanya.
Namun, wacana 64 tim memunculkan pertanyaan serius tentang kualitas pertandingan, jadwal yang semakin padat, dan beban logistik. Kritikus khawatir bahwa terlalu banyak tim justru akan menurunkan standar kompetisi. Infantino, bagaimanapun, percaya bahwa setiap negara berhak bermimpi tampil di Piala Dunia. โJika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan berpartisipasi, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, wacana ini membuka peluang sekaligus tantangan. Dengan peringkat FIFA yang masih di luar 100 besar, peluang lolos ke Piala Dunia 48 tim sudah sangat tipis. Jika format diperluas menjadi 64 tim, kuota Asia kemungkinan bertambah, memberi harapan baru bagi timnas Merah Putih. Namun, persiapan infrastruktur, pembinaan usia muda, dan kualitas liga domestik harus ditingkatkan secara signifikan agar tidak sekadar menjadi peserta penggembira.
Infantino juga membela kebijakan kontroversial lain, seperti jeda hidrasi dan harga tiket tinggi. Ia menepis anggapan bahwa jeda hidrasi hanya untuk kepentingan iklan televisi, dan menyebut bahwa harga tiket telah ditentukan oleh ahli berdasarkan permintaan pasar. โStadion penuh, tiket di pasar sekunder laris manis,โ kilahnya.
Piala Dunia 2030 akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol, sementara 2034 di Arab Saudi. Jika ekspansi 64 tim disetujui, kemungkinan besar akan berlaku mulai edisi 2038 atau 2042. Pertanyaannya, akankah FIFA mampu menjaga keseimbangan antara inklusivitas dan kualitas? Atau justru Piala Dunia akan kehilangan gengsinya sebagai ajang elite sepak bola dunia?



