Tom Kim Akhirnya Juara Lagi: Kemenangan Dramatis di Scottish Open Setelah Tiga Tahun Paceklik
Baca dalam 60 detik
- Tom Kim menuntaskan puasa gelar selama tiga tahun dengan kemenangan di Genesis Scottish Open, setelah melalui masa sulit yang membuat peringkatnya merosot drastis.
- Pegolf Korea Selatan itu menjadi satu-satunya peserta yang bebas bogey di putaran final, menunjukkan performa sempurna yang mengingatkan kembali pada bakat istimewanya.
- Selain membawa pulang hadiah ยฃ1,2 juta, kemenangan ini mengamankan tiket Kim ke Masters tahun depan, sekaligus membuka peluang bagi pegolf Asia lainnya di kancah elite.

Tom Kim akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Pegolf asal Korea Selatan itu menangis haru setelah tampil gemilang di hari final Genesis Scottish Open, mengakhiri penantian gelar yang berlangsung selama tiga tahun. Dengan skor 64 pukulan tanpa cela, ia finis 17 under par di Renaissance Club, North Berwick.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Kim sempat terpuruk dalam performa dan kepercayaan diri sejak gelar sebelumnya. Peringkatnya di dunia pun merosot tajam. Namun, di turnamen ini ia membungkam keraguan dengan permainan yang nyaris sempurna. Ia menjadi satu-satunya pemain di lapangan yang tidak mencatat bogey di putaran keempat, sebuah pencapaian langka di level elite.
Persaingan di puncak klasifikasi berlangsung sengit. Min Woo Lee dari Australia harus puas menjadi runner-up, sementara favorit tuan rumah Bob MacIntyre gagal mempertahankan momentum untuk merebut gelar kandang kedua, tertinggal empat pukulan bersama Matt Fitzpatrick. Ketiganya sempat memimpin bersama setelah putaran ketiga yang terganggu kabut, namun Kim mampu melesat dari posisi satu pukulan di belakang menjadi juara.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kemenangan Kim menjadi angin segar bagi perkembangan golf Asia. Keberhasilan pegolf Korea Selatan di panggung global kerap menjadi inspirasi bagi atlet muda di kawasan, termasuk Indonesia yang mulai giat mengembangkan bakat golf. Turnamen seperti Scottish Open juga menarik perhatian karena sering diikuti oleh pegolf top dunia, memberikan standar kompetisi tinggi yang patut dicermati.
Sementara itu, Rory McIlroy yang menjadi unggulan kedua dunia harus mengakui ketangguhan Kim. Meski mencatat skor 64 yang sama di putaran akhirโterendah hari ituโMcIlroy gagal mengejar ketertinggalan akibat performa buruk di putaran ketiga (73). Dua pegolf Amerika, Michael Thorbjornsen dan Johny Keefer, masing-masing finis di posisi ketujuh dan ketiga, memastikan debut mereka di The Open Championship pekan depan. Satu tiket lainnya ke Royal Birkdale diraih pegolf Prancis Victor Perez.
Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri paceklik gelar Kim, tetapi juga menegaskan bahwa masa depannya masih cerah. Di usia 24 tahun, ia memiliki waktu untuk membangun kembali reputasi sebagai salah satu pegolf muda paling berbakat. Pertanyaan besarnya: akankah ini menjadi awal kebangkitan yang membawanya ke puncak peringkat dunia, atau sekadar kilasan sesaat? Jawabannya akan terlihat di turnamen-turnamen besar mendatang.



