Gagal di Piala Dunia 2026, Senegal Depak Pelatih Pape Thiaw
Baca dalam 60 detik
- Pape Thiaw dipecat setelah Senegal tersingkir dini di Piala Dunia 2026, hanya menang sekali dalam tiga laga.
- Kekalahan dramatis dari Belgia di babak 32 besar menjadi puncak kekecewaan, setelah sempat unggul 2-0 hingga menit ke-85.
- Patrick Vieira, legenda Prancis kelahiran Dakar, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Thiaw.

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi memecat pelatih kepala Pape Bouna Thiaw pada Sabtu (11/7), menyusul kegagalan tim di Piala Dunia 2026 yang jauh dari ekspektasi. Keputusan ini diambil hanya sehari setelah Senegal tersingkir di babak 32 besar oleh Belgia, sebuah hasil yang mencoreng prestasi mereka sebagai juara bertahan Piala Afrika.
Senegal datang ke Amerika Serikat dengan status juara Afrika setelah mengalahkan Maroko di final Piala Afrika Januari lalu. Namun, performa di Piala Dunia justru mengecewakan. Mereka kalah dari Prancis dan Norwegia di fase grup, dan hanya mampu mengalahkan Arab Saudi. Di babak 32 besar, Senegal sempat unggul 2-0 atas Belgia hingga menit ke-85, tetapi kemudian kebobolan tiga gol dan kalah 3-2 di perpanjangan waktu.
Thiaw, 45 tahun, sebenarnya masih memiliki kontrak hingga 2027, tetapi FSF menilai hasil di Piala Dunia tidak bisa ditoleransi. Apalagi, Thiaw akan menjalani larangan lima pertandingan mulai September 2026 karena memimpin aksi walkout pemain saat protes terhadap penalti yang diberikan kepada Maroko di final Piala Afrika. Hukuman itu akan berlaku pada kualifikasi Piala Afrika 2027, yang membuat posisinya semakin rapuh.
Nama Patrick Vieira muncul sebagai kandidat kuat pengganti. Legenda timnas Prancis yang lahir di Dakar itu saat ini menganggur setelah meninggalkan klub Ligue 1, Strasbourg. Vieira dianggap memiliki pengalaman dan koneksi yang dibutuhkan untuk membangun kembali skuad Senegal. FSF dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin (13/7) untuk mengumumkan langkah selanjutnya.
Bagi Indonesia, kisah ini menjadi pengingat betapa tipisnya margin antara sukses dan kegagalan di sepak bola modern. Timnas Indonesia, yang tengah berjuang menembus Piala Dunia, bisa belajar dari kasus Senegal: konsistensi dan manajemen tekanan adalah kunci. Selain itu, keputusan cepat FSF menunjukkan bahwa federasi tidak segan mengambil tindakan tegas demi target jangka panjang.
Ke depan, Senegal harus segera menemukan pelatih baru yang mampu memanfaatkan generasi emas pemain seperti Sadio Manรฉ dan Kalidou Koulibaly yang mulai menua. Apakah Vieira akan menerima tantangan ini, atau justru ada nama lain yang lebih siap?



