Roma Incar Tresoldi, Modal Teman Sekelas Jadi Kunci Negosiasi
Baca dalam 60 detik
- Roma membidik Nicolò Tresoldi sebagai pelapis lini depan setelah performa gemilangnya di Club Brugge.
- Hubungan personal Tresoldi dengan gelandang Roma Nicolò Pisilli bisa menjadi faktor penentu transfer.
- Bandrol €30 juta menjadi tantangan utama, dengan Roma perlu menjual pemain terlebih dahulu untuk mendanai pembelian.

AS Roma semakin serius memburu Nicolò Tresoldi, striker muda berdarah Italia-Jerman yang tengah bersinar di Club Brugge. Sang pemain dikabarkan sangat antusias pindah ke Stadio Olimpico, dan Roma memiliki senjata rahasia: gelandang muda mereka sendiri, Nicolò Pisilli, yang merupakan sahabat lama Tresoldi sejak level junior.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip RomaPress, momentum negosiasi terus menguat. Tresoldi secara pribadi mendorong terjadinya transfer, dan komunikasi telepon dengan Pisilli dalam beberapa hari terakhir disebut-sebut sebagai langkah diplomatis yang efektif. Keduanya menjalin persahabatan saat memperkuat tim nasional Italia kelompok umur, dan kini Pisilli berperan sebagai "agen" tidak resmi untuk meyakinkan rekannya bergabung ke Roma.
Kebutuhan Roma akan penyerang baru muncul setelah Donyell Malen menjadi andalan utama pelatih Gian Piero Gasperini. Tresoldi dinilai sebagai profil ideal untuk menjadi pelapis: lahir di Cagliari, memiliki akar Jerman dan Italia, serta baru saja menjalani musim produktif di Belgia dengan lebih dari 20 gol di semua kompetisi, sekaligus mengantar Club Brugge meraih gelar liga.
Namun, Roma tidak sendirian dalam perburuan ini. Atlético Madrid dan Arsenal juga dikabarkan memantau perkembangan Tresoldi. Hal ini membuat Club Brugge kukuh pada harga €30 juta. Tim perekrutan Roma akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk mencari cara melunakkan sikap klub Belgia tersebut, sembari mempertimbangkan kebutuhan untuk melepas pemain terlebih dahulu demi menyeimbangkan keuangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana hubungan personal dapat memengaruhi keputusan karier pemain. Di era di mana agen dan negosiasi formal mendominasi, peran seorang teman seperti Pisilli menjadi angin segar. Jika Tresoldi benar-benar bergabung, ia akan menjadi tambahan amunisi bagi Roma yang musim lalu tampil inkonsisten di Serie A.
Pertanyaan besarnya: mampukah Roma mengatasi kubu Club Brugge yang keras dan persaingan dari klub-klub Eropa lainnya? Atau justru Arsenal atau Atletico yang akan memenangkan perlombaan ini? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan masa depan Tresoldi dan strategi serangan Roma untuk musim depan.



