Dini Hari di Cikarang: Dua Pria Dibekuk Usai Gasak Kabel Rp143 Juta
Baca dalam 60 detik
- Polsek Cikarang Selatan menangkap dua tersangka pencuri kabel di area Power House Pollux Cikarang dengan kerugian mencapai Rp143,76 juta.
- Aksi terbongkar setelah teknisi mendengar suara mencurigakan saat pemeriksaan rutin, lalu petugas keamanan menyisir lokasi dan menemukan pelaku bersembunyi.
- Polisi masih mendalami modus operandi dan kemungkinan adanya jaringan lain di balik pencurian kabel yang menyasar infrastruktur kelistrikan gedung.

Polsek Cikarang Selatan meringkus dua pria berinisial N dan S yang diduga menggasak kabel listrik senilai lebih dari Rp143 juta di area Power House Pollux Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan terjadi pada Kamis (9/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, setelah petugas keamanan setempat mencium gelagat mencurigakan di dalam gedung.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Iptu Luhut B, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang teknisi yang tengah melakukan pemeriksaan rutin di area kelistrikan. Teknisi tersebut mendengar suara tidak wajar dan menemukan potongan kabel berserakan di atas panel. Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas keamanan yang langsung melakukan penyisiran di seluruh area.
Dalam proses pencarian, tim keamanan menemukan sebuah tangga yang terpasang di dekat dinding pembatas antara kawasan mal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kecurigaan semakin kuat ketika mereka mendapati lubang pendingin mesin generator set (genset) dalam kondisi terbuka. Petugas pun menutup semua akses keluar dan menggerebek bagian dalam bangunan.
"N dan S akhirnya ditemukan tertangkap tangan bersama kabel yang telah dipotong dan sejumlah peralatan, sebelum diserahkan ke Polsek Cikarang Selatan," ujar Luhut dalam keterangannya, Sabtu (11/7).
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain kabel FRC sepanjang sekitar 40 meter yang telah dipotong-potong, serta sekitar 200 meter kabel yang masih berada di jalurnya namun sudah dalam kondisi terputus. Selain itu, turut diamankan berbagai alat yang diduga digunakan pelaku, seperti tang, kunci ukuran 10, pisau cutter, obeng, dan tespen.
Kasus pencurian kabel ini bukanlah kejadian pertama di kawasan industri Cikarang. Aksi serupa kerap terjadi dan menyasar infrastruktur kelistrikan gedung-gedung komersial, yang tidak hanya merugikan secara materiil tetapi juga mengganggu operasional bisnis. Modus pelaku yang masuk melalui celah ventilasi genset menunjukkan tingkat perencanaan yang cukup matang, meski akhirnya terbongkar berkat kewaspadaan petugas.
"Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah berada di Mapolsek Cikarang Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut," kata Luhut. Ia menambahkan, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku, modus operandi yang digunakan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus pencurian tersebut.
Ke depan, pihak kepolisian mengimbau pengelola gedung dan kawasan industri untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama pada titik-titik rawan seperti lubang ventilasi dan akses ke ruang genset. Pertanyaan yang masih mengemuka: apakah kedua tersangka ini bagian dari sindikat yang lebih besar, atau sekadar aksi individu yang nekat? Proses penyidikan akan menjawabnya.



