India Mendominasi di Lord's: Kranti Gaud Ukir Sejarah, Inggris Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Kranti Gaud menjadi pemain wanita pertama yang namanya tercatat di papan kehormatan Lord's setelah mengambil 5 gawang untuk 37 lari.
- India unggul 269 lari dengan 9 gawang tersisa setelah menghancurkan Inggris yang hanya mampu membalas 170 lari pada hari kedua.
- Smriti Mandhana (69*) dan Shafali Verma (33) membuka dengan gemilang, memberi India posisi tak terkalahkan menjelang hari ketiga.

India hampir memastikan kemenangan dalam satu-satunya pertandingan Test di Lord's setelah mendominasi Inggris pada hari kedua, Kamis (15/6). Dengan keunggulan 269 lari dan masih memiliki sembilan gawang, tim tamu berada di ambang kemenangan bersejarah di kandang lawan.
Kranti Gaud, pemain cepat berusia 22 tahun, menjadi pusat perhatian setelah menjadi wanita pertama yang namanya diukir di papan kehormatan Lord's. Ia mencatatkan 5 gawang untuk 37 lari, membubarkan lini atas Inggris yang hanya mampu mengumpulkan 170 lari dalam mengejar defisit 115 lari dari India. Gawang kunci kapten Nat Sciver-Brunt (44) menjadi pukulan telak bagi Inggris.
Di bawah terik matahari London, kondisi lapangan membaik untuk batting, tetapi Inggris gagal memanfaatkannya. Hanya Amy Jones (52) yang menunjukkan perlawanan berarti sebelum enam gawang terakhir runtuh hanya dalam 39 lari. Keputusan Sciver-Brunt untuk memilih bowling terlebih dahulu kini dipertanyakan.
India kemudian mempertegas dominasinya melalui pasangan pembuka Smriti Mandhana (69*) dan Shafali Verma (33) yang menambah 88 lari. Verma akhirnya jatuh ke tangan Sophie Ecclestone, tetapi Mandhana tetap kokoh. Dengan dua hari cuaca cerah tersisa, India berpeluang besar memaksa Inggris mengejar target besar.
Bagi Indonesia, dominasi India dalam kriket wanita menjadi sorotan. Meski kriket belum populer di Tanah Air, prestasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga tersebut di Asia Tenggara. India menunjukkan bahwa investasi pada kriket wanita membuahkan hasil, sebuah pelajaran yang bisa diadopsi oleh negara-negara berkembang.
Pakar kriket menilai bahwa kegagalan Inggris terletak pada ketidakmampuan menghadapi disiplin bowling India. "Mereka tidak siap dengan tekanan mental setelah T20 World Cup," ujar analis olahraga. Inggris juga dianggap kurang pengalaman dalam pertandingan Test yang panjang.
Dengan keunggulan ini, India diprediksi akan terus memanfaatkan kondisi lapangan yang bersahabat. Pertanyaan besarnya: bisakah Inggris bangkit kembali atau akankah India mengukir kemenangan bersejarah di Lord's?



