Speedboat Terbalik di Vietnam: 15 WNI? Tewas, 21 Selamat
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan speedboat di lepas pantai Phu Quoc menewaskan 15 orang, sebagian besar wisatawan India.
- Kapal terbalik sekitar 400 meter dari Pulau Hon May Rut Ngoai akibat cuaca buruk; 21 penumpang berhasil diselamatkan.
- Kedutaan India di Vietnam membuka hotline darurat, sementara otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

Sebanyak 15 orang tewas setelah sebuah speedboat yang membawa wisatawan India terbalik di perairan selatan Vietnam, Sabtu (15/3). Peristiwa tragis ini terjadi di dekat Pulau Hon May Rut Ngoai, Kepulauan An Thoi, yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari.
Menurut laporan media lokal, speedboat tersebut mengangkut 32 warga India dan 4 awak kapal. Kapal dilaporkan terbalik sekitar 400 meter dari pulau dalam kondisi gelombang tinggi dan angin kencang. Tim penyelamat dari kapal wisata lain yang melintas segera bergerak, menemukan banyak penumpang terjebak di dalam badan kapal. Sebanyak 21 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Nguyen Tien Hai, pejabat senior Partai Komunis setempat, mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelamatan dan perawatan medis bagi para korban selamat. "Kami masih bekerja untuk memastikan jumlah pasti korban tewas dan yang selamat," ujarnya seperti dikutip VnExpress. Ia menduga cuaca buruk menjadi penyebab utama kecelakaan.
Kedutaan Besar India di Vietnam menyebut insiden ini sebagai "tragis" dan telah merilis daftar lengkap 32 warga India yang berada di kapal. Mereka juga membuka saluran telepon darurat untuk memberikan informasi dan bantuan kepada keluarga korban. Belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia yang terlibat, tetapi peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan transportasi laut di kawasan wisata.
Bagi Indonesia, kecelakaan ini menyoroti pentingnya standar keselamatan kapal wisata, mengingat banyaknya destinasi serupa di Tanah Air seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, atau Kepulauan Seribu. Otoritas maritim Indonesia dapat menjadikan insiden ini sebagai evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap kapal cepat yang melayani turis, terutama saat cuaca buruk. Vietnam sendiri tengah menyelidiki lebih lanjut apakah faktor teknis atau human error turut berperan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Vietnam akan merevisi regulasi keselamatan pelayaran wisata, terutama di kawasan kepulauan yang rawan cuaca ekstrem. Bagi para pelancong, insiden ini menekankan perlunya memeriksa standar keselamatan operator tur sebelum memulai perjalanan laut.



