Panggung Putri Mandalika Berbahasa Inggris: Sekolah Rakyat Buktikan Pendidikan Karakter dan Keterampilan
Baca dalam 60 detik
- Siswa Sekolah Rakyat di Lombok Barat mempertunjukkan drama 'Putri Mandalika' berbahasa Inggris di hadapan Mensos Gus Ipul, menandai keberhasilan program dalam membangun kepercayaan diri.
- Sekolah Rakyat menggunakan sistem penjangkauan aktif berbasis DTSEN, menyasar keluarga desil satu sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan gratis.
- Program rintisan di NTB ini menargetkan penyelesaian gedung permanen bulan ini, dengan harapan melahirkan generasi tangguh, cerdas, dan berkarakter.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyaksikan langsung pementasan mikro drama 'Putri Mandalika' yang dibawakan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat dalam bahasa Inggris, Jumat (10/7). Pertunjukan yang digelar dalam acara open house ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah rintisan pemerintah tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.
Dengan kostum warna-warni dan dialog penuh percaya diri, para siswa membawakan kisah legenda Lombok di hadapan orang tua, calon siswa, dan pejabat. "Long ago, in Lombok, there lived a beautiful and wise princess named Mandalika," ujar narator mengawali drama. Penampilan ini hanyalah satu dari sekian atraksi yang ditampilkan, mulai dari yel-yel, tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, paduan suara, puisi, hingga pidato tiga bahasa asing.
Gus Ipul mengapresiasi perkembangan siswa setelah satu tahun mengikuti program. "Alhamdulillah anak-anakku setelah satu tahun memperoleh pembelajaran, sekarang sudah tampak lebih percaya diri, semangat, optimis untuk meraih cita-citanya," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7). Menurutnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan aktif dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan pendaftaran reguler. Program ini menyasar keluarga desil satu, yaitu kelompok masyarakat dengan peringkat sosial ekonomi terendah.
Bagi Jannah, seorang ibu yang suaminya bekerja sebagai pencari ikan dengan penghasilan tak menentu, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru. "Dan saya berterima kasih sekali kepada pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," ucapnya. Jannah adalah satu dari ribuan orang tua yang kini merasakan manfaat langsung program ini. Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan akses pendidikan gratis berkualitas bagi mereka yang sebelumnya kesulitan membiayai sekolah anak.
Gus Ipul menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam penyelenggaraan sekolah rintisan ini. Ia mengajak seluruh kepala sekolah, guru, wali asuh, dan tenaga kependidikan bekerja sungguh-sungguh tanpa penyimpangan. "Sehingga tujuan daripada penyelenggaraan sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," tegasnya. Target utama program ini adalah mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keahlian dan karakter kuat.
Saat ini, terdapat lima titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah beroperasi di Nusa Tenggara Barat, tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa. Jumlah siswa dipastikan terus bertambah seiring penyelesaian gedung permanen yang ditargetkan rampung bulan ini. Acara open house juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, serta para kepala sekolah dan pilar-pilar sosial. Pertanyaannya, mampukah model Sekolah Rakyat ini direplikasi di daerah lain untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan?



