Partisipasi Pemilih Johor Tembus 8% pada Jam Pertama Pemungutan Suara
Baca dalam 60 detik
- Komisi Pemilihan Malaysia mencatat 213.878 pemilih telah menyalurkan hak suara pada pukul 09.00 waktu setempat, atau 7,97% dari total daftar pemilih.
- Sebanyak 1.076 tempat pemungutan suara dan 4.889 saluran pemungutan dibuka serentak sejak pukul 08.00 untuk memilih 56 kursi DPRD Johor.
- Tingkat partisipasi awal ini menjadi indikator awal antusiasme warga Johor dalam menentukan arah pemerintahan negara bagian.

JOHOR BAHRU โ Komisi Pemilihan Malaysia (EC) melaporkan hampir 8% pemilih telah menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Negara Bagian Johor ke-16 pada Sabtu (11/7) pagi. Hingga pukul 09.00 waktu setempat, sebanyak 213.878 dari total 2,7 juta pemilih terdaftar telah memberikan suara, menandai awal yang cukup sibuk di bilik-bilik suara.
Seluruh 1.076 tempat pemungutan suara (TPS) dan 4.889 saluran pemungutan dibuka serentak pada pukul 08.00. Proses pemungutan suara berlangsung di 56 daerah pemilihan negara bagian, dengan para pemilih menentukan wakil mereka untuk lima tahun ke depan. EC memastikan seluruh logistik dan personel telah siap sejak H-1, termasuk pendistribusian kotak suara dan perlengkapan protokol kesehatan.
Angka partisipasi awal ini menarik perhatian karena Johor merupakan salah satu negara bagian terpadat di Malaysia dengan basis pemilih yang beragam. Pada pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi di Johor tercatat sekitar 60-70% pada akhir hari pemungutan. Data awal pukul 09.00 ini belum dapat dijadikan patokan final, namun memberikan gambaran awal tentang antusiasme warga.
Pengamat politik dari Universitas Malaya, Prof. Dr. Ahmad Fauzi, menilai bahwa partisipasi pada jam pertama cukup menggembirakan. โBiasanya, pemilih di perkotaan cenderung datang lebih pagi. Jika tren ini berlanjut, kita bisa melihat partisipasi akhir yang tinggi,โ ujarnya. Namun ia mengingatkan bahwa faktor cuaca dan mobilitas pemilih di daerah pedesaan masih perlu diantisipasi.
Bagi Indonesia, pemilu di negara bagian tetangga ini memiliki relevansi tersendiri. Johor berbatasan langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau dan menjadi salah satu pintu masuk utama tenaga kerja Indonesia (TKI) serta jalur perdagangan bilateral. Hasil pemilu ini akan menentukan kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan Johor yang berdampak pada hubungan lintas batas. Selain itu, stabilitas politik di Johor turut mempengaruhi iklim investasi di kawasan ASEAN.
EC sebelumnya telah mengimbau pemilih untuk datang lebih awal guna menghindari kerumunan dan mematuhi protokol kesehatan. Petugas di setiap TPS dilengkapi alat pelindung diri dan menyediakan tempat cuci tangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan insiden berarti selama proses pemungutan suara.
Pemungutan suara akan berlangsung hingga pukul 17.00 waktu setempat, dilanjutkan dengan proses penghitungan cepat. Pertanyaan yang mengemuka: akankah partisipasi pemilih Johor mampu melampaui rekor pemilu sebelumnya, atau justru menurun akibat kejenuhan politik? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



