Mikel Merino, Pahlawan Tak Terduga Spanyol yang Kini Menanti Sihir Lamine Yamal
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Arsenal Mikel Merino kembali menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan 2-1 atas Belgia, membawa Spanyol ke semifinal Piala Dunia hanya untuk kedua kalinya sejak 2010.
- Merino nyaris absen di turnamen ini akibat cedera langka pada Januari, namun pulih tepat waktu dan kini menjadi supersub andalan pelatih Luis de la Fuente.
- Lamine Yamal, bintang muda Spanyol, belum menunjukkan performa terbaiknya di Piala Dunia ini, tetapi kontribusinya dalam menciptakan ruang bagi rekan setim tetap krusial menjelang duel melawan Prancis.

Gelandang Arsenal, Mikel Merino, kembali menjadi pahlawan tak terduga bagi Spanyol setelah golnya di menit akhir memastikan kemenangan 2-1 atas Belgia pada perempat final Piala Dunia, Selasa (18/6) dini hari WIB. Hasil ini mengantarkan La Roja ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 2010, ketika mereka akhirnya mengangkat trofi.
Merino, yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan atas Portugal di babak 16 besar, kembali turun dari bangku cadangan dan memanfaatkan kesalahan kiper Belgia untuk mencetak gol krusial. โMikel luar biasa. Dia adalah standar dari ide dan model permainan kami,โ puji pelatih Luis de la Fuente seusai pertandingan. Namun, perjalanan Merino ke Piala Dunia ini nyaris terhenti akibat cedera langka pada Januari laluโsebuah fraktur stres di area kaki yang bahkan belum pernah dilihat oleh spesialis sebelumnya.
Cedera tersebut membuatnya absen membela Arsenal dan meragukan partisipasinya di turnamen. Ia baru kembali beraksi sebulan sebelum Piala Dunia dimulai. โBeberapa bulan lalu, berada di sini adalah hal yang tidak terpikirkan,โ ujar Merino. Kini, ia menikmati salah satu momen terbaik dalam kariernya, mengingat semua dukungan yang membantunya bangkit.
Di sisi lain, sorotan juga tertuju pada Lamine Yamal, bintang remaja Barcelona yang belum mampu mengulangi kecemerlangannya seperti saat Euro 2024. Dalam enam laga di Piala Dunia ini, ia baru mengoleksi satu gol dan tanpa assist. Beberapa keputusan di lapangan dianggap kurang tepat, seperti memilih melepaskan tembakan ketika opsi umpan lebih baik. Namun, mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta menilai kontribusi Yamal tidak bisa diukur dari angka semata. โIa sangat berpengaruh dalam permainan Spanyol. Ia selalu bergerak dan menciptakan ruang bagi rekan setim,โ ujarnya.
Pertahanan Spanyol yang tangguh akan diuji berat oleh lini depan Prancis yang digalang Kylian Mbappe. Mantan striker Inggris Wayne Rooney mengingatkan bahwa Yamal masih dalam proses pemulihan cedera dan perlu waktu untuk menemukan ritme terbaiknya. โDi mana ia efektif adalah ketika ia membawa bola, menarik pemain lawan, dan menciptakan ruang,โ kata Rooney.
Bagi Indonesia, pencapaian Spanyol ini menjadi pengingat bahwa kedalaman skuad dan mentalitas pantang menyerah adalah kunci sukses di turnamen besar. Timnas Indonesia, yang tengah membangun fondasi menuju Piala Dunia 2026, bisa belajar dari ketangguhan pemain seperti Merino yang bangkit dari cedera parah. Sementara itu, duel Yamal vs Mbappe di semifinal akan menjadi tontonan menarik yang layak dinantikan penggemar sepak bola Tanah Air.
Pertanyaan besarnya: akankah Lamine Yamal akhirnya menunjukkan taringnya di momen krusial, atau justru Merino yang kembali menjadi pahlawan tak terduga? Semifinal melawan Prancis akan menjadi jawabannya.



