Dinosaurus Berleher Seperti Lapangan Kriket Ditemukan di Thailand, Pertama dari Jenisnya di Asia Tenggara
Baca dalam 60 detik
- Spesies dinosaurus baru, Uragasaurus kalasinensis, ditemukan di Thailand dengan panjang mencapai 20 meter dan leher luar biasa panjang.
- Fosil tersebut merupakan anggota keluarga Mamenchisauridae yang sebelumnya hanya ditemukan di China, menandai temuan pertama di Asia Tenggara.
- Penemuan ini memperkaya pemahaman tentang keanekaragaman dinosaurus di kawasan dan membuka peluang riset paleontologi lebih lanjut di Indonesia.

Tim paleontolog Thailand berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus baru dari fosil yang ditemukan di Provinsi Kalasin, timur laut Thailand. Dinosaurus herbivora berleher panjang itu diberi nama Uragasaurus kalasinensis dan diperkirakan hidup sekitar 150 juta tahun lalu pada periode Jurassic Akhir.
Spesies baru ini memiliki panjang hingga 20 meterโsetara dengan panjang lapangan kriketโdan leher yang sangat panjang, ciri khas keluarga Mamenchisauridae. Fosil yang menjadi kunci identifikasi adalah satu ruas tulang belakang punggung (dorsal vertebra) yang menunjukkan karakteristik unik, termasuk struktur rongga udara dan susunan tulang penyangga berbentuk Y yang tidak ditemukan pada spesies lain.
Dr. Apirat Nilphanaphan dari Universitas Mahasarakham, penulis utama studi yang diterbitkan di jurnal Nature, mengungkapkan kegembiraannya saat menyadari temuan itu. "Saya memukul keyboard setelah menyadari ini spesies baru. Rasanya campuran antara kegembiraan dan lega," ujarnya kepada BBC Thai. Timnya menggunakan CT scan untuk memastikan bahwa fosil tersebut termasuk dalam keluarga Mamenchisauridae, kelompok sauropoda yang umum ditemukan di China, tetapi baru pertama kali terkonfirmasi di Thailand.
Situs penggalian Phu Noi pertama kali diidentifikasi pada 2008 setelah seorang penduduk setempat menemukan fragmen mirip sisik ular. Sejak itu, tim peneliti menemukan berbagai fosil, termasuk gigi dan tulang dinosaurus. Menurut Nilphanaphan, struktur rongga udara pada tulang belakang Uragasaurus "tidak seperti dinosaurus lain di dunia" dan menjadi pembeda utama.
Penemuan ini menambah daftar panjang dinosaurus berleher panjang di Asia Tenggara. Pada Mei lalu, ilmuwan Thailand juga mengumumkan identifikasi nagatitan, dinosaurus herbivora terbesar di Asia Tenggara dengan berat 27 ton dan panjang 27 meter. Namun, Uragasaurus menjadi spesies pertama dari keluarga Mamenchisauridae yang ditemukan di luar China, menandai perluasan distribusi geografis kelompok tersebut.
Bagi Indonesia, temuan ini menjadi pengingat akan potensi paleontologi yang belum tergali di kawasan. Formasi geologi serupa dari periode Jurassic juga ditemukan di beberapa pulau Indonesia, seperti Jawa dan Sumatera. Para ahli berharap penemuan ini mendorong riset dan eksplorasi lebih intensif di Indonesia, yang mungkin menyimpan fosil-fosil penting untuk memahami evolusi dinosaurus di Asia Tenggara.
Ke depan, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah masih ada spesies dinosaurus lain yang terkubur di situs-situs fosil Asia Tenggara, dan bagaimana kaitannya dengan temuan di China dan kawasan lain. Penemuan Uragasaurus kalasinensis membuka babak baru dalam paleontologi regional, sekaligus menantang para ilmuwan untuk terus menggali masa lalu purba Nusantara.



