Juventus Pangkas Ambisi: Tiga Bintang Top Dinyatakan Tak Terjangkau
Baca dalam 60 detik
- Direktur Juventus Giovanni Carnevali secara terbuka membantah rumor pembelian Brahim Diaz, Franck Kessie, dan Theo Hernandez karena biaya yang tidak sesuai dengan anggaran klub saat ini.
- Krisis finansial akibat finis di luar zona Liga Champions memaksa Juventus mengubah strategi transfer, dari berburu pemain bintang menjadi fokus pada opsi yang lebih realistis.
- Juventus masih menunggu keputusan kiper Aston Villa Emiliano Martinez, yang tengah membela Argentina di Piala Dunia, sebagai prioritas utama bursa transfer.

Direktur baru Juventus, Giovanni Carnevali, memberikan pernyataan yang meredam spekulasi tentang kedatangan tiga pemain bintang ke Turin. Dalam wawancara dengan Sport Mediaset, ia menegaskan bahwa Brahim Diaz, Franck Kessie, dan Theo Hernandez tidak masuk dalam rencana klub saat ini karena pertimbangan biaya yang terlalu tinggi.
Keputusan ini tak lepas dari kondisi finansial Juventus yang terpukul setelah musim lalu hanya finis di peringkat keenam Serie A. Gagal lolos ke Liga Champions membuat pendapatan klub menurun drastis, memaksa manajemen untuk lebih berhati-hati dalam belanja pemain. Carnevali mengakui bahwa ketiga nama tersebut adalah pemain berkualitas, tetapi nilai dan gaji mereka tidak sesuai dengan strategi pembangunan skuad yang baru.
Menariknya, meski Kessie berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Barcelona berakhir, ia tetap membutuhkan biaya komisi agen dan gaji tinggi yang memberatkan. Hal ini menunjukkan bahwa Juventus tidak bisa lagi bermain di pasar pemain mahal seperti sebelumnya. Klub harus mencari alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Sementara itu, Juventus masih menunggu perkembangan negosiasi dengan Aston Villa untuk kiper Emiliano Martinez. Martinez dikabarkan tertarik bergabung setelah pertemuan dengan perwakilan klub, tetapi kesepakatan biaya transfer belum tercapai. Carnevali menekankan bahwa klub tidak ingin terburu-buru dan akan menunggu hingga Piala Dunia selesai, di mana Argentina akan menghadapi Swiss di perempat final akhir pekan ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini mencerminkan realitas baru di sepak bola Eropa: bahkan klub raksasa pun harus beradaptasi dengan keterbatasan finansial. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa manajemen keuangan yang bijak lebih penting daripada sekadar membeli nama besar. Ke depannya, Juventus diprediksi akan lebih fokus pada pemain muda atau pinjaman dengan opsi beli, sebuah strategi yang mungkin juga diadopsi oleh klub-klub di kawasan.
Dengan bursa transfer yang masih panjang, publik menanti apakah Juventus mampu mendatangkan Martinez atau justru beralih ke target lain. Satu hal yang pasti: era pembelian pemain bintang dengan harga selangit di Juventus untuk sementara telah berakhir.



