Wali Kota Bandung M Farhan Kolaps Usai Terima Tamu, Dilarikan ke RS
Baca dalam 60 detik
- M Farhan tiba-tiba jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans setelah menerima tamu di Balai Kota Bandung.
- Kondisi kesehatannya menurun drastis sehingga ia batal menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Bandung.
- Pemerintah Kota Bandung memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal dan akan memberikan update setelah pemeriksaan medis selesai.

Wali Kota Bandung, M Farhan, mendadak kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (10/7) sore setelah menerima tamu di ruang kerjanya. Politikus Partai NasDem itu terlihat lemas, terbaring di brankar dengan infus dan selang oksigen saat dibawa ke ambulans dari Balai Kota Bandung.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, mengonfirmasi bahwa Farhan sebelumnya masih aktif menerima tamu di kantornya. Namun, menjelang sore, ia mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak sehat dan langsung mendapat penanganan medis. Akibatnya, Farhan batal menghadiri rapat paripurna kedua di DPRD Kota Bandung yang dijadwalkan pada hari yang sama.
Hingga kini, tim dokter masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan diagnosis pasti. Henryco menyatakan bahwa pihaknya belum bisa merinci penyakit yang diderita Farhan karena masih menunggu hasil observasi medis. "Saat ini beliau masih dalam penanganan tim dokter. Kami menunggu proses medis yang sedang berlangsung dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah ada perkembangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat malam.
Henryco memastikan bahwa insiden kesehatan ini tidak mengganggu roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Bandung. Seluruh layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga mengajak warga untuk mendoakan kesembuhan Farhan agar segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugasnya sebagai wali kota.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan beban kerja kepala daerah yang kerap padat. Farhan, yang baru menjabat sebagai Wali Kota Bandung sejak Februari 2025, dikenal aktif dalam berbagai agenda pemerintahan dan kemasyarakatan. Kondisi kesehatannya yang mendadak menurun menimbulkan tanda tanya besar, terutama di tengah tuntutan pelayanan publik yang tinggi.
Pemerintah Kota Bandung berjanji akan memberikan perkembangan informasi resmi kepada publik setelah memperoleh laporan lengkap dari tim medis. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah Farhan akan menjalani rawat inap atau cukup beristirahat di rumah? Publik menanti kepastian dari tim dokter untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan di Kota Kembang.



