Pasar Jaya Luncurkan GEBER: Gerakan Bersih Pasar untuk Jakarta Kota Global
Baca dalam 60 detik
- Perumda Pasar Jaya menginisiasi Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) untuk meningkatkan standar kebersihan di 146 pasar di Jakarta.
- Program ini mendukung Instruksi Gubernur tentang pemilahan sampah dari sumber, dengan menyediakan tempat sampah terpilah dan melibatkan 58 personel satgas.
- Kolaborasi dengan LAPI ITB dan PT FBR menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, menargetkan transformasi pasar tradisional menjadi modern dan ramah lingkungan.

Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya resmi meluncurkan Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) pada Jumat (10/7) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Inisiatif ini dirancang untuk mengubah citra pasar tradisional menjadi tempat yang bersih, sehat, dan nyaman, sejalan dengan ambisi Jakarta sebagai kota global.
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menegaskan bahwa GEBER bukanlah program seremonial belaka. "Ini adalah langkah konkret untuk membangun budaya kebersihan yang berkelanjutan di seluruh pasar yang kami kelola," ujarnya. Gerakan ini menjadi respons atas Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, yang mendorong pengelolaan sampah dimulai dari titik awal.
Sebagai implementasi awal, Pasar Jaya telah menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah di 146 pasar di bawah pengelolaannya. Langkah ini diharapkan memudahkan pedagang dan pengunjung untuk memilah sampah langsung dari area pasar. "Kami ingin mengubah kebiasaan lama. Butuh waktu dan kesabaran, tetapi kami optimistis pasar-pasar kami bisa bertransformasi menjadi modern dan ramah lingkungan," tambah Topik.
Selain penyediaan sarana, Pasar Jaya juga menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati melalui kerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Perusahaan daerah itu juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT FBR untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan pasar. Topik menekankan bahwa GEBER merupakan komitmen jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurut analis kebijakan publik, keberhasilan GEBER akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan partisipasi aktif pedagang. "Pasar tradisional selama ini identik dengan kumuh. Jika program ini berjalan efektif, bisa menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia," ujar seorang pengamat tata kota. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan lama yang sudah mengakar.
Ke depan, Pasar Jaya menargetkan seluruh pasar binaannya dapat menerapkan standar kebersihan yang sama. Pertanyaannya, mampukah GEBER menggeser stigma pasar tradisional yang lekat dengan kesan kotor dan tidak terawat? Jawabannya ada pada konsistensi eksekusi di lapangan.



