Tadhg Beirne Pimpin Irlandia untuk Pertama Kali: Ujian Fisik Melawan Jepang
Baca dalam 60 detik
- Tadhg Beirne akan menjadi kapten untuk pertama kalinya saat Irlandia menghadapi Jepang dalam Nations Championship, menggantikan Dan Sheehan yang diistirahatkan.
- Pelatih Andy Farrell melakukan sembilan perubahan susunan pemain, termasuk memberikan debut bagi empat pemain, setelah kemenangan dramatis atas Australia.
- Jepang, yang hanya sekali mengalahkan Irlandia dalam sebelas pertemuan, datang dengan percaya diri setelah menekuk Italia, dan diprediksi akan mengandalkan tempo tinggi.

Tadhg Beirne akan memimpin tim nasional Irlandia untuk pertama kalinya saat mereka berhadapan dengan Jepang dalam lanjutan Nations Championship di Newcastle, New South Wales, Sabtu (11:10 BST). Pemain berusia 34 tahun itu mengaku momen tersebut terasa sangat istimewa, terutama setelah melewati masa pemulihan cedera lutut yang mengganggu akhir musimnya bersama Munster.
Beirne, yang telah menjadi kapten Munster sejak 2024 dan pernah memimpin British and Irish Lions saat melawan Waratahs di Sydney tahun lalu, menggantikan Dan Sheehan yang diistirahatkan. Sebelumnya, ia beberapa kali mengambil alih ban kapten di lapangan ketika pemain utama seperti Sheehan atau Caelan Doris absen. Namun, untuk pertama kalinya ia akan memimpin tim sejak awal pertandingan. โIni kehormatan besar. Memimpin rekan-rekan dari awal adalah momen spesial bagi saya dan keluarga,โ ujarnya.
Pelatih Andy Farrell melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain untuk laga ini, termasuk memberikan debut bagi empat pemain baru. Beirne sendiri kembali masuk sebagai starter di barisan kedua setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti dalam kemenangan dramatis 33-31 atas Australia pekan lalu. Saat itu, Irlandia tertinggal 12 poin sebelum bangkit dan menang tipis. Meski demikian, Beirne mengakui pertahanan timnya masih perlu ditingkatkan. โKami tidak puas dengan beberapa aspek permainan, terutama fisik di area pertahanan. Australia bermain sangat baik,โ katanya.
Jepang, yang dilatih Eddie Jones, datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Italia. Gaya permainan cepat menjadi ciri khas mereka, dan Beirne menyadari hal itu. โMereka suka menjaga tempo tinggi. Kami harus bisa menyamai ritme itu, terutama secara fisik. Itu akan menjadi area kunci pertandingan,โ ujarnya. Bagi Irlandia, laga ini menjadi ujian konsistensi setelah performa naik-turun melawan Australia.
Bagi pengamat rugbi di Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar seperti Irlandia beradaptasi dengan gaya bermain cepat ala Asia. Jepang, yang pernah mengejutkan dunia saat mengalahkan Afrika Selatan di Piala Dunia 2015, terus berkembang di bawah arahan Jones. Pertemuan ini bisa menjadi tolok ukur sejauh mana rugbi Asia mampu bersaing dengan kekuatan Eropa. Pertanyaannya, mampukah Irlandia menekan tempo permainan Jepang atau justru akan kewalahan seperti saat Piala Dunia 2019?



