McGregor Kembali ke Oktagon: Antara Kontroversi dan Magnet Penonton
Baca dalam 60 detik
- Conor McGregor kembali bertarung di UFC 329 melawan Max Holloway setelah absen empat tahun akibat cedera dan berbagai kontroversi di luar oktagon.
- Meskipun hanya menang satu pertarungan dalam satu dekade terakhir, daya tarik McGregor diprediksi mampu mencetak rekor pendapatan terbesar dalam sejarah UFC.
- Di tengah sorotan publik atas kasus hukum dan pelanggaran doping, kembalinya McGregor memicu perdebatan soal prioritas nilai hiburan versus integritas olahraga.

Conor McGregor kembali menjadi pusat perhatian dunia mixed martial arts (MMA) saat ia merobek kacamata Max Holloway dalam sesi tatap muka panas menjelang UFC 329 di Las Vegas, Sabtu (5/4). Aksi kontroversial itu disambut gemuruh penonton di T-Mobile Arena, menandai kembalinya petarung asal Irlandia itu ke oktagon untuk pertama kalinya sejak patah kaki saat kalah dari Dustin Poirier pada 2021.
McGregor, 37 tahun, bukan hanya kembali ke arena, tetapi juga membawa serta sederet kontroversi yang membayangi kariernya. Sejak kekalahan dari Poirier, ia terlibat dalam kasus hukum, termasuk gugatan perdata atas tuduhan pemerkosaan yang diajukan Nikita Hand pada November 2024. Sebuah juri memenangkan gugatan Hand dan memerintahkan McGregor membayar ganti rugi sebesar £206.000. McGregor kemudian kalah dalam banding pada Juli 2025, dan Hand berencana menuntut dua pihak lain atas dugaan penyalahgunaan proses pengadilan. Selain itu, McGregor juga menerima sanksi larangan bertanding 18 bulan akibat tiga kali melewatkan tes doping pada 2024, yang baru berakhir Maret lalu.
Meskipun demikian, UFC tetap mempertaruhkan McGregor sebagai bintang utama. Presiden UFC Dana White bahkan menyebut duel melawan Holloway akan menjadi “pertarungan dengan pendapatan terbesar dalam sejarah UFC”. Keyakinan itu didasari oleh daya tarik McGregor yang masih kuat, terbukti dari sambutan meriah penonton yang hadir. Sebaliknya, Holloway—yang kalah dari McGregor pada 2013—malah mendapat cemoohan. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kontroversi menggerogoti citra McGregor di mata publik Irlandia, ia masih menjadi magnet penonton global.
Dalam sesi tatap muka, McGregor tampil percaya diri dengan mengangkat dua sabuk kejuaraan UFC yang dihiasi warna Irlandia, simbol statusnya sebagai juara dunia dua kelas secara simultan pertama dalam sejarah UFC—setelah menjuarai kelas bulu pada 2015 dan kelas ringan pada 2016. Ia juga menyanyikan lagu “Wonderwall” milik Oasis di hadapan penonton, menunjukkan karisma yang dulu membuatnya terkenal. “Saya bersemangat untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan oleh kegigihan, keinginan, dan dedikasi manusia,” ujar McGregor. “Meskipun menghadapi rintangan, kita bisa mengatasinya. Jangan pernah menjadi korban keadaan.”
Di sisi lain, Holloway menyikapi provokasi McGregor dengan tenang. Ia hanya tersenyum dan sesekali menggelengkan kepala. “Dia punya dua sabuk, saya tidak sabar untuk mengambil sabuk-sabuk cantik itu darinya,” kata Holloway. “Dia melakukan semua hal yang benar, menemukan Tuhan, keluarganya ada di sini. Saya tidak sabar, teman-teman.” Pernyataan itu mencerminkan keyakinan Holloway yang pernah menjadi juara kelas bulu dan dianggap sebagai salah satu petarung terbaik UFC sepanjang masa.
Kembalinya McGregor juga menyita perhatian petarung lain, seperti Paddy Pimblett yang menjadi co-main event melawan Benoit Saint-Denis. Pimblett mengakui popularitas McGregor masih tak tertandingi. “Saya tidak mendapatkan sambutan terbesar, karena Conor McGregor ada di sini, tapi senang menjadi yang kedua setelah dia,” ujar Pimblett. “Kami semua bersenang-senang, penonton juga, inilah esensi olahraga ini.”
Bagi penggemar MMA di Indonesia, duel McGregor vs Holloway menjadi tontonan yang sarat narasi: pertarungan antara petarung kontroversial yang kembali dari keterpurukan melawan petarung konsisten yang haus pembuktian. Namun, di balik gemerlap panggung, pertanyaan tentang integritas olahraga tetap mengemuka. Akankah UFC terus memaafkan kontroversi demi keuntungan finansial? Ataukah publik mulai bosan dengan drama di luar oktagon? Jawabannya mungkin akan terlihat dari reaksi penonton dan angka penjualan tiket UFC 329.



