Chelsea Bidik Alex Scott sebagai Pewaris N'Golo Kante di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Chelsea mengalihkan target transfer ke gelandang Bournemouth Alex Scott setelah menjual Andrey Santos ke Manchester United senilai £50 juta.
- Scott, yang dibanderol £80 juta, dinilai memiliki kemampuan membawa bola dan visi bermain yang mengingatkan pada N'Golo Kante di masa jayanya.
- Jika berhasil direkrut, Scott bisa menjadi solusi jangka panjang Chelsea di tengah ketidakpastian masa depan Enzo Fernandez dan performa tim yang menurun.

Chelsea dikabarkan tengah mengincar gelandang Bournemouth, Alex Scott, sebagai pengganti potensial N'Golo Kante di lini tengah. Langkah ini muncul setelah klub asal London Barat itu melepas Andrey Santos ke Manchester United dengan nilai transfer £50 juta. Scott, yang baru berusia 22 tahun, dinilai memiliki profil ideal untuk menjadi motor permainan The Blues di masa depan.
Keputusan Chelsea melepas Santos memang mengejutkan sebagian pengamat. Gelandang Brasil itu sempat dipuji sebagai 'monster duel' oleh analis Ben Mattinson saat dipinjamkan ke Strasbourg. Namun, performanya di Premier League musim lalu dinilai kurang meyakinkan—hanya 13 kali menjadi starter. Dengan kehadiran Moises Caicedo yang baru meneken kontrak tujuh tahun dan ketidakpastian masa depan Enzo Fernandez, ruang bagi Santos di skuad utama semakin sempit.
Di sisi lain, upaya Chelsea mendatangkan Granit Xhaka dari Sunderland menemui jalan buntu. Manajer Xabi Alonso disebut lebih menginginkan pemain muda berbakat yang bisa menjadi investasi jangka panjang ketimbang solusi sementara. Nama Alex Scott pun muncul sebagai kandidat utama setelah koresponden Chelsea, Simon Phillips, mengabarkan bahwa negosiasi dengan pihak pemain sudah dimulai.
Scott bukanlah gelandang bertipe destruktif murni seperti Kante. Analis Raj Chohan menggambarkannya sebagai pemain yang sangat baik dalam mencari ruang dan membuat keputusan operan yang tepat. Kemampuan membawa bola dan ketenangannya saat ditekan mengingatkan pada gaya bermain Kante yang menjadi fondasi kesuksesan Chelsea meraih gelar Premier League 2016/17. Bedanya, Scott lebih ekspansif dalam penguasaan bola, sebuah kualitas yang bisa melengkapi kegigihan Caicedo di lini tengah.
Bagi Chelsea yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan—meski musim lalu masih mencapai final Piala FA—mendatangkan pemain bermental juara seperti Scott bisa menjadi langkah strategis. Apalagi, Scott disebut-sebut memiliki darah Tottenham, rival sekota, sehingga transfer ini juga bernilai simbolis. Namun, harga £80 juta menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah Manchester United disebut enggan memenuhi banderol tersebut.
Di Indonesia, pergerakan bursa transfer Chelsea selalu menarik perhatian penggemar sepak bola, terutama mereka yang mengikuti Premier League. Kehadiran pemain muda Inggris seperti Scott bisa menjadi daya tarik baru, mengingat basis penggemar Chelsea di Tanah Air cukup besar. Jika transfer ini terwujud, Alonso berpotensi memiliki lini tengah yang seimbang antara pengalaman dan potensi muda.
Pertanyaan besarnya, mampukah Chelsea mengamankan tanda tangan Scott di tengah persaingan dengan klub lain? Atau akankah mereka kembali gagal mendatangkan target utama seperti yang terjadi pada beberapa bursa transfer sebelumnya? Hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah ini akan membawa Chelsea kembali ke papan atas.



