BSI Pastikan Kantor Cabang Jeddah Beroperasi November, Target Layani Jemaah Haji dan Umrah
Baca dalam 60 detik
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menargetkan pembukaan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, pada November 2026, menyusul rampungnya proses uji tuntas (due diligence) dengan pemerintah setempat.
- Ekspansi ini menjadikan BSI sebagai satu-satunya bank syariah Indonesia yang memiliki dua cabang di Timur Tengah, setelah sebelumnya hanya hadir di Dubai, dan akan fokus melayani jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
- Izin pendirian cabang telah diperoleh sejak April 2025 melalui keputusan kabinet Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menandai penguatan kerja sama ekonomi syariah kedua negara.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memastikan kantor cabangnya di Arab Saudi akan mulai beroperasi pada November tahun ini, menandai babak baru ekspansi bank syariah terbesar di Tanah Air itu di kawasan Timur Tengah. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa cabang yang berlokasi di Jeddah tersebut akan menjadi yang kedua setelah Dubai, dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
"Kita ada dua cabang di Dubai dan akan buka di November ini di Jeddah," ujar Anggoro dalam acara penandatanganan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Ia menambahkan, proses uji tuntas (due diligence) dengan pemerintah Arab Saudi masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam beberapa bulan ke depan. "Ditargetkan di akhir tahun November-Desember kita bisa mulai buka cabangnya," katanya.
Langkah ini bukan tanpa persiapan panjang. Pada April 2025, pemerintah Arab Saudi secara resmi memberikan izin pendirian cabang BSI dalam sidang kabinet yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Persetujuan itu menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi dan keuangan syariah antara Indonesia dan Arab Saudi, dua negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dengan tambahan cabang di Jeddah, Indonesia kini akan memiliki dua kantor bank syariah di Timur Tengah, setelah sebelumnya hanya BSI di Dubai yang mewakili.
Fokus utama cabang Jeddah adalah melayani kebutuhan perbankan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. "Yang pertama kita akan fokus untuk membantu para jemaah Indonesia, itu kan haji dan umrah dulu," tegas Anggoro. Strategi ini dinilai tepat mengingat setiap tahun ratusan ribu warga Indonesia menunaikan ibadah ke Tanah Suci, dan kebutuhan layanan keuangan syariah di sana sangat tinggi. BSI pun diharapkan dapat memfasilitasi transaksi, penukaran valuta, hingga pembiayaan perjalanan ibadah secara lebih terintegrasi.
Bagi pasar domestik, kehadiran BSI di Arab Saudi membawa implikasi strategis. Selain memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin perbankan syariah nasional, ekspansi ini juga membuka peluang bagi peningkatan remitansi dan investasi bilateral. Para pengamat menilai, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk menjadikan BSI sebagai bank syariah global. Namun, tantangan seperti regulasi lokal, persaingan dengan bank-bank Timur Tengah, dan efisiensi operasional tetap harus diantisipasi.
Ke depan, keberhasilan BSI di Jeddah akan menjadi batu ujian bagi ambisi ekspansi internasional bank syariah Indonesia. Apakah BSI akan melanjutkan ekspansi ke negara-negara Teluk lainnya, atau justru fokus mengoptimalkan dua cabang yang ada? Jawabannya akan bergantung pada respons pasar dan dukungan regulasi dari kedua negara.



