Manchester City Gelar Negosiasi Transfer Manu Kone: Gelandang Serba Bisa Incaran Premier League
Baca dalam 60 detik
- Manchester City telah mengadakan pembicaraan dengan perantara untuk merekrut gelandang AS Roma, Manu Kone, yang dihargai £50 juta.
- Kone, yang tampil impresif di Piala Dunia 2022, diminati beberapa klub Premier League dan dikabarkan ingin bermain di Inggris.
- Potensi kepergian Rodri yang kontraknya tersisa satu tahun membuat City mulai mempertimbangkan suksesor, dengan Anderson dan Kone sebagai opsi.

Manchester City kembali bergerak di bursa transfer musim panas ini. Setelah mengamankan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan biaya £116 juta, klub asuhan Enzo Maresca dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan perantara untuk merekrut gelandang AS Roma, Manu Kone. Langkah ini menandai ambisi City untuk memperkuat lini tengah di tengah ketidakpastian masa depan Rodri.
Menurut laporan TEAMtalk, City bukan satu-satunya peminat pemain internasional Prancis berusia 22 tahun itu. Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea juga disebut telah menjajaki kemungkinan transfer. Namun, keinginan Kone untuk berkarier di Premier League menjadi faktor yang menguntungkan City. Meski demikian, Roma membanderol gelandang serbabisa itu dengan harga £50 juta—angka yang cukup tinggi mengingat City baru saja menggelontorkan dana besar untuk Anderson.
Kone bukanlah nama asing di panggung sepak bola Eropa. Ia menjadi starter dalam tiga pertandingan Prancis di Piala Dunia 2022, menunjukkan kemampuannya bersaing di level tertinggi. Scout Jacek Kulig pernah menjulukinya sebagai "pemain fantastis" dan "one-man army" setelah penampilannya melawan Bayern Munich. Gaya bermainnya yang agresif, kemampuan memenangkan duel, dan visi passing yang baik membuatnya cocok dengan sistem yang diterapkan Maresca.
Namun, ada pertanyaan mengenai kesesuaian taktis. Kone lebih sering beroperasi sebagai gelandang bertahan, mirip dengan peran Rodri dan Anderson. Data statistik menunjukkan rata-rata akurasi operan Kone di Piala Dunia mencapai 61,3 per 90 menit, lebih tinggi dari Anderson (56,3) namun di bawah Rodri (100,5). Jika City mempertahankan Rodri, kehadiran Kone bisa menjadi redundan. Namun, situasi bisa berubah jika Rodri memutuskan hengkang—kontraknya hanya tersisa satu tahun dan belum ada tanda-tanda perpanjangan.
Keputusan City untuk mendatangkan gelandang baru juga terkait dengan rencana melepas Nico Gonzalez musim panas ini. Kone, yang juga mahir bermain di posisi lebih dalam, bisa menjadi pengganti yang ideal. Namun, dengan banyaknya pemain bertipe serupa di skuad, Maresca harus bijak mengelola rotasi. Anderson sendiri dipuji oleh analis Sky Sports Ben Ransom sebagai pemain serbabisa yang bisa bermain sebagai gelandang tunggal atau bersama Declan Rice. "Anderson 100 persen cocok dengan sistem Maresca. Ia bisa memecah garis pertahanan, menekan, dan memenangkan duel. Ia pemain all-action," ujar Ransom.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan City di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak ditonton di Tanah Air, dan setiap keputusan klub besar seperti City berdampak pada persaingan gelar. Jika Kone bergabung, lini tengah City akan semakin dalam, berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan di liga. Namun, dengan harga yang tidak murah dan kebutuhan akan variasi taktis, apakah City benar-benar membutuhkan Kone? Ataukah ini langkah antisipasi jika Rodri pergi? Waktu yang akan menjawab.



