Nations Championship Pekan Kedua: Argentina, Australia, dan Inggris Berburu Kemenangan Perdana
Baca dalam 60 detik
- Tiga tim besar—Argentina, Australia, dan Inggris—berusaha bangkit setelah kekalahan di pekan perdana Nations Championship, dengan tekanan besar pada pelatih masing-masing.
- Australia menghadapi krisis cedera di posisi flyhalf, sementara Inggris di ambang kekalahan kelima beruntun yang bisa mengancam posisi Steve Borthwick.
- Skotlandia, yang belum pernah menang di Afrika Selatan, berharap memanfaatkan eksperimen skuad juara dunia untuk meraih kemenangan bersejarah.

Pekan kedua Nations Championship yang digelar Sabtu ini menjadi momentum krusial bagi Argentina, Australia, dan Inggris untuk meraih kemenangan perdana setelah serangkaian hasil mengecewakan di laga pembuka. Kompetisi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari belahan utara dan selatan ini menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan, mengingat setiap poin sangat berharga menuju final November di Twickenham.
Argentina, yang dipermalukan Skotlandia di kandang sendiri di Cordoba, kini bersiap menjamu Wales di San Juan. Pelatih Los Pumas mengakui bahwa persiapan awal kerap menjadi kendala karena para pemainnya tersebar di berbagai klub Eropa. Namun, dengan waktu berkumpul yang lebih panjang pekan ini, mereka diharapkan mampu menemukan ritme permainan yang hilang saat melawan Skotlandia.
Australia, yang kalah tipis dari Irlandia di Sydney, kini pindah ke Brisbane untuk menghadapi Prancis. Tim kangguru kembali dilanda badai cedera di posisi flyhalf. Carter Gordon dan penggantinya, Ben Donaldson, mengalami cedera betis saat kekalahan akhir pekan lalu. Declan Meredith menjadi flyhalf ketujuh Australia dalam 17 pertandingan terakhir—sebuah indikasi betapa rapuhnya sektor vital tersebut. Pelatih Prancis Fabien Galthie menggambarkan Australia sebagai tim yang sulit ditebak: "Mereka bisa mengalahkan siapa pun, seperti saat menang dramatis di kandang Afrika Selatan dari ketertinggalan 22-0. Tapi kemudian mereka bisa mati mendadak. Kami harus memanfaatkan momen inkonsistensi mereka."
Inggris, yang dihancurkan Afrika Selatan 45-21 di Johannesburg, kini menjamu Fiji di Liverpool. Kekalahan akan menjadi yang keenam beruntun bagi tim asuhan Steve Borthwick, sebuah rekor terburuk yang bisa memicu pergantian pelatih. Fiji sendiri telah menyerahkan keuntungan kandang, membuat tekanan semakin besar di pundak tuan rumah.
Skotlandia, yang belum pernah menang di Afrika Selatan, justru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan atas Argentina. Kembalinya Finn Russell sebagai pengatur serangan memberi dimensi baru. Juara dunia Afrika Selatan diprediksi masih akan bereksperimen dengan skuad, memberi celah bagi Skotlandia untuk mencuri poin.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, Nations Championship menyajikan tontonan berkualitas tinggi yang jarang tersaji di luar Piala Dunia. Kompetisi ini juga menjadi ajang pemanasan bagi Australia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2027. Konsistensi tim tuan rumah akan menjadi sorotan, terutama setelah performa naik-turun yang mereka tunjukkan. Pertandingan Australia vs Prancis di Brisbane bisa menjadi barometer sejauh mana persiapan Wallabies menuju pesta rugby dunia.
Di laga lain, Selandia Baru menjamu Italia di Wellington, sementara Jepang berhadapan dengan Irlandia di Newcastle. Nations Championship tidak hanya menentukan tim terbaik tahun ini, tetapi juga memberikan gambaran peta kekuatan rugby global jelang Piala Dunia. Akankah tim-tim besar mampu bangkit, atau justru kejutan kembali terjadi? Sabtu ini akan menjadi babak penentuan awal.



