Leeds Siap Ulang Sukses Stach: Incar Gelandang Parma Mandela Keita
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan kembali mendekati gelandang Serie A, Mandela Keita, setelah sukses dengan rekrutan Anton Stach.
- Parma membanderol Keita sebesar โฌ30 juta, angka yang dinilai sepadan dengan performa impresifnya di lini tengah.
- Jika transfer terwujud, Keita diharapkan menjadi duet ideal Stach dan mendorong Leeds bersaing ke zona Eropa.

Leeds United belum puas dengan pergerakan di bursa transfer musim panas ini. Setelah mengamankan Harry Wilson secara gratis, klub asal Yorkshire itu kini mengarahkan radar ke Serie A, tepatnya kepada gelandang Parma, Mandela Keita. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengulang resep sukses yang sebelumnya berhasil dengan rekrutan Anton Stach.
Keita, gelandang Belgia berusia 24 tahun, tampil konsisten bersama Parma di musim 2025/26. Dalam 37 penampilan di Serie A, ia mencatat akurasi umpan mencapai 89 persen dan akurasi umpan jauh 74 persenโangka yang menempatkannya di lima persen terbaik pemain di lima liga top Eropa. Tanpa bola, Keita juga impresif dengan 62 persen duel darat dimenangkan, serta rata-rata 2,3 tekel dan 1,3 intersep per 90 menit. Data ini nyaris identik dengan catatan Stach di Premier League musim lalu.
Leeds sejatinya sudah melakukan pendekatan awal kepada Parma, meski belum mengajukan tawaran resmi. Klub Italia itu memasang banderol โฌ30 juta (sekitar ยฃ25 juta) untuk Keita, angka yang mungkin membuat Leeds berpikir dua kali. Namun, melihat kesuksesan Stach yang didatangkan seharga ยฃ17 juta dari Hoffenheim dan langsung menjadi pilar utama, manajemen Leeds tampaknya tidak ragu mengeluarkan dana lebih besar.
Anton Stach sendiri menjadi bukti nyata bahwa pembelian pemain dari liga top Eropa bisa menjadi investasi menguntungkan. Gelandang Jerman itu mencetak lima gol dan tiga assist dalam 29 laga Premier League, serta menjadi motor permainan di sistem 3-4-2-1 milik Daniel Farke. Kehadiran Stach membantu Leeds menjauh dari zona degradasi dan kini klub menargetkan langkah lebih tinggi: bersaing ke kompetisi Eropa.
Kedatangan Harry Wilson pekan lalu menambah optimisme. Pemain sayap Wales itu mencetak 10 gol dan tujuh assist bersama Fulham musim lalu, dan diyakini akan menjadi ancaman baru di lini depan Leeds. Wilson diproyeksikan menempati posisi di belakang penyerang, memanfaatkan kemampuannya memotong dari sayap kanan ke kaki kiri favoritnya. Kombinasi Wilson dan Stach diharapkan menjadi fondasi serangan Leeds yang lebih variatif.
Namun, untuk benar-benar bersaing di papan atas, Leeds masih membutuhkan tambahan amunisi di lini tengah. Keita dinilai sebagai profil ideal: gelandang box-to-box dengan kemampuan distribusi bola dan duel yang kuat. Ia bisa menjadi pendamping Stach, memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Jika transfer ini terwujud, Leeds akan memiliki duet gelandang muda Belgia-Jerman yang berpotensi menjadi salah satu yang terbaik di Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kini semakin agresif merekrut pemain dari liga Italia, yang sebelumnya lebih sering menjadi tujuan pemain yang sudah mapan. Jika Keita bergabung, ia akan menjadi contoh bagaimana pemain muda Belgia bisa berkembang di Serie A lalu melompat ke Inggris. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa membangun tim tidak selalu harus bergantung pada pemain bintang mahal, tetapi juga pada pemain dengan statistik fundamental yang kuat.
Pertanyaan besarnya: akankah Leeds berani memenuhi permintaan harga Parma? Atau mereka akan mencari alternatif lain yang lebih murah? Yang jelas, ambisi Leeds untuk naik level sudah jelas terlihat. Dengan tambahan Keita, bukan tidak mungkin Elland Road akan menjadi saksi kebangkitan klub berjuluk The Whites itu ke papan atas Premier League.



