Shearer Berubah Pikiran: Inggris Kini Layak Juara Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Legenda Inggris Alan Shearer mengaku optimistis timnas bisa menjuarai Piala Dunia setelah kemenangan dramatis atas Meksiko.
- Penampilan kolektif dan semangat juang tinggi disebut sebagai fondasi utama kebangkitan The Three Lions di turnamen ini.
- Tantangan berikutnya adalah menjinakkan mesin gol Norwegia, Erling Haaland, di perempat final.

Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, secara mengejutkan mengubah prediksinya tentang peluang timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Setelah menyaksikan langsung kemenangan epik atas Meksiko di Stadion Azteca, ia kini yakin bahwa skuad asuhan Thomas Tuchel memiliki kapasitas untuk menjadi juara dunia.
Dalam kolomnya untuk BBC Sport, Shearer mengaku sebelumnya ragu Inggris bisa melaju jauh. Namun, pertandingan melawan Meksiko—yang dimainkan di ketinggian, dengan tekanan atmosfer luar biasa, dan harus bermain dengan 10 pemain—telah mengubah segalanya. "Itu adalah penampilan tim terbaik yang pernah saya lihat dari Inggris sepanjang hidup saya, terutama saat bertandang," ujarnya.
Shearer, yang pernah merasakan semifinal Euro 1996, melihat kesamaan antara momen itu dengan performa Inggris saat ini. Bedanya, ia menilai skuad sekarang lebih solid dan adaptif. "Kami tidak punya identitas kaku seperti Spanyol atau Argentina. Kami bisa menyesuaikan diri dengan lawan mana pun," tambahnya.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengubah pandangan Shearer, tetapi juga memberi keyakinan baru bagi para penggemar. Ia menekankan bahwa faktor kebersamaan dan semangat juang yang ditunjukkan pemain menjadi pembeda. "Saya belum pernah melihat kekompakan seperti itu—untuk meraih hasil di skenario sesulit itu," katanya.
Namun, tantangan berat sudah menanti. Di perempat final, Inggris akan berhadapan dengan Norwegia yang diperkuat bomber haus gol, Erling Haaland. Shearer mengakui bahwa menghentikan Haaland adalah kunci, meski ia skeptis ada cara pasti untuk melakukannya. "Dia kelas dunia. Anda hanya bisa membatasi suplai bola kepadanya," ujar Shearer.
Menariknya, duel ini juga menjadi ajang adu tajam antara dua striker top: Haaland versus Harry Kane. Keduanya sama-sama memburu Sepatu Emas turnamen. "Mereka berbeda tipe, tetapi sama-sama haus gol. Ini akan menjadi pertarungan senjata api berat," prediksi Shearer.
Bagi publik Indonesia, performa Inggris ini menjadi tontonan menarik mengingat banyak penggemar Premier League di Tanah Air. Adaptabilitas yang ditunjukkan Tuchel bisa menjadi pelajaran berharga bagi timnas Indonesia yang kerap kesulitan menghadapi lawan dengan gaya berbeda. Apakah Inggris mampu mewujudkan mimpi menjadi juara dunia setelah 60 tahun? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka menghadapi Norwegia di Miami.



