Manchester United Kunci Gelandang Andrey Santos Rp1 Triliun, Kalahkan Newcastle di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengamankan jasa Andrey Santos dari Chelsea dengan biaya £50 juta setelah pemain Brasil itu memilih Old Trafford meski Newcastle menawari gaji lebih tinggi.
- Gelandang 22 tahun itu mencetak 11 gol dan lima assist selama masa peminjaman di Strasbourg musim lalu, menjadi salah satu prospek muda terbaik Ligue 1.
- Keputusan Santos mengutamakan proyek olahraga dibanding finansial dipandang sebagai sinyal positif bagi rencana jangka panjang United di bawah Michael Carrick.

Manchester United resmi memenangi perburuan gelandang Brasil Andrey Santos setelah mencapai kesepakatan dengan Chelsea senilai £50 juta, mengalahkan sodoran Newcastle United yang menawarkan paket gaji lebih besar di menit-menit akhir bursa transfer.
Kesepakatan yang diumumkan pada Rabu (8/7/2026) itu terdiri dari £48 juta dibayar di muka dan £2 juta dalam bentuk bonus yang mudah dicapai. Chelsea juga menyisipkan klausul penjualan 10 persen jika Santos dijual di masa depan. Pemain berusia 22 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis hari ini sebelum kontrak resmi ditandatangani.
Langkah ini menjadi tambahan signifikan bagi lini tengah Setan Merah yang musim panas ini sudah mendatangkan Ederson. Namun, perekrutan Santos menuai reaksi beragam dari pendukung. Sebagian berharap United bisa mendapatkan Mateus Fernandes yang akhirnya bergabung dengan Tottenham, atau Aurelien Tchouameni yang memilih bertahan di Real Madrid.
Menurut jurnalis Marco Alcaraz, Newcastle bergerak dalam 24 jam terakhir dengan menyamai nilai transfer dan menawarkan gaji lebih besar. Namun, Santos memprioritaskan Old Trafford, keputusan yang disebut Alcaraz mengesankan manajemen United dan mempercepat negosiasi. Meski Alcaraz belum memiliki rekam jejak setara David Ornstein, laporannya kerap menjadi petunjuk kredibel di bursa Eropa.
Santos memulai karier di Vasco da Gama sebelum bergabung Chelsea pada 2023. Terobosannya terjadi saat dipinjamkan ke Strasbourg musim lalu, di mana ia menjadi salah satu gelandang paling produktif di Ligue 1 dengan torehan 11 gol dan lima assist. Ia juga sudah mencatatkan penampilan untuk tim nasional Brasil dan dianggap sebagai prospek tengah lapangan paling menjanjikan.
Di Chelsea, Santos kesulitan menembus posisi inti karena persaingan ketat dengan Moises Caicedo dan Enzo Fernández. Kepindahan ke United diyakini akan memberikan menit bermain reguler yang ia butuhkan untuk mengembangkan potensi. Gaya bermainnya yang enerjik, kemampuan merebut bola, dan ancaman gol dari lini kedua dianggap cocok berpadu dengan Ederson di bawah arahan Michael Carrick.
Bagi penggemar yang kecewa karena United gagal mendatangkan nama besar, perlu diingat bahwa perkembangan Santos dalam 18 bulan terakhir sangat impresif. Ia bukan sekadar pemain pelapis, melainkan gelandang box-to-box modern yang mampu menjadi pembeda. Jika ia mampu mengulangi performa seperti di Strasbourg, United bisa jadi mendapatkan salah satu pembelian paling cerdas musim panas ini.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Santos langsung menjadi starter atau butuh waktu beradaptasi di Premier League? Dengan jadwal padat yang menanti, Carrick kemungkinan akan memberinya kesempatan sejak awal musim untuk membuktikan bahwa pilihannya meninggalkan Chelsea dan menolak Newcastle adalah keputusan tepat.



