De Zerbi Dorong Tottenham Caplok Bintang Muda Prancis, Arsenal dan Barcelona Terancam
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur siap menggelontorkan dana hingga £86 juta untuk merekrut penyerang muda Prancis Eli Junior Kroupi atas desakan pelatih Roberto De Zerbi.
- Persaingan merebut Kroupi melibatkan raksasa Eropa seperti PSG, Barcelona, dan Arsenal, namun Spurs diunggulkan karena jalur menuju tim utama yang lebih jelas.
- Kroupi, yang musim lalu mencetak 13 gol di Premier League, dinilai cocok dengan skema De Zerbi yang membutuhkan penyerang mobile dan cerdas dalam bergerak.

Roberto De Zerbi secara pribadi mendesak manajemen Tottenham Hotspur untuk mempercepat perburuan Eli Junior Kroupi, penyerang muda asal Prancis yang disebut-sebut bakal menjadi investasi jangka panjang lini depan klub London Utara itu. Laporan dari media Spanyol, Sport, mengklaim Spurs siap menebus sang pemain dengan mahar mencapai £86 juta—angka yang akan menempatkannya sebagai salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub.
Kebutuhan Tottenham akan amunisi baru di lini serang memang mendesak. Cedera berkepanjangan yang dialami Dominic Solanke dalam dua musim terakhir, ditambah masa depan Richarlison yang tak kunjung jelas, membuat Spurs kekurangan opsi di posisi ujung tombak. De Zerbi, yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan ofensif, tak ingin kembali ditinggalkan tanpa opsi memadai seperti yang terjadi pada musim lalu ketika Mohammed Kudus dan James Maddison harus absen lama karena cedera.
Kroupi, yang musim lalu mencatatkan 13 gol di Premier League sebagai remaja, dianggap sebagai profil ideal yang diinginkan De Zerbi. Bukan tipikal penyerang target man, pemain berusia 19 tahun ini lebih suka bergerak bebas, menusuk dari sayap, atau turun ke lini tengah untuk menjemput bola. Kemampuan membaca ruang dan ketenangannya di depan gawang disebut-sebut sebagai keunggulan utama yang membuatnya sulit diantisipasi bek lawan.
Menurut laporan Sport, Tottenham memiliki posisi tawar yang kuat dibanding pesaing. PSG dianggap sebagai opsi berisiko karena persaingan ketat di lini depan mereka, sementara Barcelona tengah disibukkan dengan upaya mendatangkan Julian Alvarez dan masih dibayangi ketidakpastian finansial. Arsenal, meski disebut sebagai pesaing, dinilai hanya memiliki ketertarikan terbatas. Sebaliknya, Spurs bisa menawarkan menit bermain reguler, kecocokan taktik yang jelas, serta dukungan penuh dari pelatih—kombinasi yang langka bagi pemain seusianya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa kini berlomba merebut talenta muda sebelum harganya melambung. Jika Kroupi benar-benar bergabung dengan Tottenham, ia berpotensi menjadi salah satu penyerang muda paling bersinar di Premier League, sejajar dengan bintang-bintang seperti Erling Haaland atau Marcus Rashford di usia yang sama. Namun, tekanan harga £86 juta juga berarti ekspektasi tinggi akan langsung membebaninya.
Di sisi lain, keputusan Kroupi nantinya bisa menjadi sinyal bagi pemain muda Asia, termasuk Indonesia, bahwa jalur ke tim utama adalah faktor krusial dalam memilih klub, bukan sekadar gengsi atau nama besar. Tottenham, dengan sejarah memberi kesempatan pada pemain muda seperti Harry Kane, bisa menjadi contoh destinasi yang tepat bagi talenta yang ingin berkembang.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Tottenham benar-benar akan merealisasikan tawaran sebesar itu di tengah persaingan ketat, atau justru memanfaatkan laporan ini untuk menekan klub lain. Satu hal yang pasti: De Zerbi telah menunjukkan ambisinya untuk membangun skuad sesuai visinya, dan Kroupi adalah bagian penting dari rencana tersebut.



