NATO Jet Interseptor Angkut Penumpang Hong Kong-London: Kehilangan Kontak di Udara Rumania
Baca dalam 60 detik
- Pesawat Cathay Pacific rute Hong Kong-London sempat putus komunikasi dengan menara lalu lintas udara Rumania pada 4 Juli, memicu pengerahan dua jet tempur Hungaria di bawah sistem siaga NATO.
- Otoritas penerbangan Hong Kong (CAD) menyatakan keprihatinan serius dan meminta laporan resmi dari maskapai dalam waktu seminggu, sementara Cathay menegaskan keselamatan penumpang tidak terganggu.
- Insiden ini menyoroti kerentanan komunikasi penerbangan sipil di kawasan NATO dan pentingnya protokol intersepsi yang ketat, dengan implikasi bagi maskapai Asia yang kerap melintasi Eropa.

Sebuah pesawat Cathay Pacific yang terbang dari Hong Kong menuju London sempat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara di wilayah Rumania pada 4 Juli lalu, memicu pengerahan dua jet tempur Hungaria di bawah sistem siaga cepat NATO. Insiden ini menjadi sorotan otoritas penerbangan Hong Kong yang langsung menyatakan keprihatinan serius.
Pesawat bernomor penerbangan CX257 itu mengalami gangguan komunikasi sementara saat melintasi wilayah udara Rumania. Menurut pernyataan resmi Cathay Pacific, situasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan intersepsi oleh otoritas setempat sesuai protokol internasional yang berlaku. Komunikasi akhirnya pulih dan pesawat tiba di Bandara Heathrow London sesuai jadwal.
Menteri Pertahanan Hungaria, Romulusz Ruszin-Szendi, mengungkapkan melalui akun Facebook bahwa dua jet tempur dikerahkan dari pangkalan di Kecskemet, sekitar 86 kilometer tenggara Budapest, pada pukul 13.51 waktu setempat. Pilot jet tempur memberikan sinyal visual kepada pesawat sipil tersebut, yang kemudian berhasil menjalin komunikasi kembali dengan pengatur lalu lintas udara.
Hong Kong Civil Aviation Department (CAD) menegaskan telah meminta Cathay Pacific untuk menyerahkan laporan resmi dalam waktu satu minggu. โCAD menyatakan keprihatinan serius tentang insiden ini dan telah menindaklanjuti dengan maskapai sesuai protokol yang ditetapkan,โ demikian pernyataan CAD kepada South China Morning Post. Maskapai sendiri menegaskan bahwa keselamatan pesawat dan penumpang tidak pernah terganggu selama kejadian.
Sistem siaga cepat NATO dirancang untuk mencegat pesawat yang tidak sah, tidak teridentifikasi, atau dalam keadaan darurat di wilayah udara Eropa. Baik Rumania maupun Hungaria merupakan anggota NATO, aliansi yang terdiri dari 32 negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Insiden ini mengingatkan kembali pada prosedur intersepsi yang ketat di kawasan Eropa, terutama bagi maskapai dari Asia yang kerap melintasi benua tersebut.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi komunikasi penerbangan lintas batas. Maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Lion Air yang memiliki rute ke Eropa perlu memastikan kepatuhan terhadap protokol komunikasi internasional. Selain itu, insiden ini juga menyoroti peran NATO dalam menjaga keamanan wilayah udara Eropa, yang dapat berdampak pada jadwal penerbangan dan biaya operasional maskapai asing.
โPesawat mematuhi rute yang diotorisasi setiap saat, dan tidak pernah ada saat di mana keselamatan pesawat atau penumpang terganggu,โ demikian pernyataan resmi Cathay Pacific.
Ke depannya, investigasi lebih lanjut akan menentukan apakah ada faktor teknis atau manusia yang menyebabkan gangguan komunikasi tersebut. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah protokol intersepsi NATO sudah cukup responsif tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi penerbangan sipil. Dengan volume lalu lintas udara yang terus meningkat, insiden seperti ini bisa menjadi ujian bagi sistem keamanan penerbangan global.



