Leeds United Beralih ke Kiper Piala Dunia: Zetterstrom Dinilai Lebih Unggul dari Suzuki
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengincar Jacob Zetterstrom, kiper Swedia yang tampil impresif di Piala Dunia 2026, sebagai alternatif lebih baik dari Zion Suzuki.
- Zetterstrom, yang kontraknya di Derby County memasuki tahun terakhir, menunjukkan performa unggul dalam penyelamatan di atas ekspektasi dibanding Suzuki.
- Keputusan Leeds beralih ke Zetterstrom bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih hemat dan efektif untuk mengarungi Premier League.

Leeds United dikabarkan mengalihkan fokus perburuan kiper utama mereka ke Jacob Zetterstrom, penjaga gawang timnas Swedia yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026. Langkah ini muncul setelah klub asal Yorkshire Barat itu sebelumnya mengincar Zion Suzuki dari Parma, namun performa kurang meyakinkan sang kiper Jepang membuat manajemen mulai mempertimbangkan opsi lain.
Menurut laporan Football Insider, Zetterstrom yang kini membela Derby County sangat antusias bergabung dengan Leeds dan bermain di Premier League. Kiper berusia 27 tahun itu memasuki tahun terakhir kontraknya di Pride Park, sehingga Derby diperkirakan akan menerima tawaran yang masuk, termasuk dari Eintracht Frankfurt yang juga meminatinya. Situasi ini memberi Leeds keunggulan dalam negosiasi, mengingat keinginan kuat sang pemain untuk naik level.
Perbandingan statistik antara Zetterstrom dan Suzuki menunjukkan perbedaan signifikan. Dalam ajang Piala Dunia, Zetterstrom berhasil mencegah 1,1 gol lebih banyak dari ekspektasi saat melawan Prancis dan Jepang, sementara Suzuki justru kebobolan 1,36 gol lebih banyak dari perkiraan di Serie A bersama Parma. Catatan Zetterstrom di Championship musim lalu juga impresif: ia mencegah 5,48 gol dan mencatat tujuh clean sheet dalam 32 penampilan.
Keputusan Leeds untuk memprioritaskan Zetterstrom juga dipengaruhi oleh faktor usia dan biaya. Suzuki dibanderol ยฃ26 juta oleh Parma dan diminati Juventus, sementara Zetterstrom bisa didapatkan dengan harga lebih murah mengingat kontraknya yang tersisa setahun. Selain itu, pengalaman Zetterstrom di sepak bola Inggris bersama Derby dinilai lebih relevan untuk adaptasi di Premier League dibanding Suzuki yang baru merasakan atmosfer Serie A.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan bursa transfer ini menarik karena melibatkan dua pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Jepang dan Swedia sama-sama melangkah ke babak 32 besar, namun Zetterstrom tampil lebih menonjol dalam duel langsung keduanya yang berakhir imbang 1-1. Jika Leeds resmi merekrut Zetterstrom, ini bisa menjadi contoh bagaimana klub Premier League memilih kiper berdasarkan data performa ketimbang popularitas.
Manajer Leeds, Daniel Farke, kini dihadapkan pada pilihan krusial: tetap bersaing dengan Juventus untuk Suzuki atau mengamankan jasa Zetterstrom yang lebih mumpuni secara statistik. Dengan Darlow yang sudah berusia 35 tahun dan kontraknya habis, kebutuhan akan kiper jangka panjang menjadi prioritas. Pertanyaan selanjutnya, akankah Leeds berani mengambil keputusan berani demi stabilitas di lini belakang?



