Michael Burry Bertaruh pada Flutter dan DraftKings: Regulasi Kunci Pasar Prediksi
Baca dalam 60 detik
- Investor legendaris Michael Burry mengakuisisi saham Flutter Entertainment dan DraftKings, yakin tekanan regulasi akan membatasi ancaman pasar prediksi.
- Pasar prediksi beroperasi di celah hukum dengan pengawasan CFTC namun bebas pajak negara bagian, menimbulkan persaingan tidak setara bagi industri perjudian olahraga.
- Langkah Burry mencerminkan keyakinan bahwa perubahan iklim politik AS akan mendorong pengenaan regulasi dan pajak pada platform kontrak acara.

Investor yang namanya melegenda setelah meraup untung besar dari krisis perumahan AS 2008, Michael Burry, kembali mengambil posisi berani. Kali ini, ia membeli saham dua raksasa taruhan olahraga, Flutter Entertainment dan DraftKings, dengan taruhan bahwa ancaman dari pasar prediksi akan mereda seiring meningkatnya tekanan regulasi.
Dalam unggahan di situs pribadinya, Burry mengungkapkan akuisisi Flutter di kisaran harga 107 dolar AS per saham dan DraftKings di kisaran 26 dolar AS. Kedua investasi tersebut membentuk posisi penuh dengan bobot sekitar 60 persen untuk Flutter dan 40 persen untuk DraftKings. Meski demikian, ia membuka kemungkinan untuk menjadikan masing-masing sebagai posisi penuh di masa depan.
Pasar prediksi—platform yang memperdagangkan kontrak terkait hasil acara seperti olahraga, pemilu, atau data ekonomi—dinilai Burry sebagai ancaman utama bagi Flutter dan DraftKings. Sebab, kontrak-kontrak tersebut dapat ditawarkan secara nasional di bawah pengawasan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) tanpa harus membayar pajak perjudian negara bagian. “Platform ini beroperasi dalam celah hukum di samping industri perjudian yang sangat diatur dan dikenai pajak tinggi,” tulis Burry.
Ia meyakini iklim politik AS tidak akan mentolerir ketimpangan ini. “Saya percaya bahwa iklim politik tidak akan mentolerir ini,” ujarnya, seraya memperkirakan pasar prediksi pada akhirnya akan dikenakan regulasi dan pajak yang setara. Pandangan ini menjadi dasar optimisme Burry terhadap prospek Flutter dan DraftKings dalam jangka panjang.
Menurut Burry, Flutter tetap menarik karena fundamental bisnis yang kuat dan skala signifikan, meskipun sempat salah alokasi modal di masa lalu. Sementara DraftKings, yang sahamnya tertekan, dinilai sedang dalam fase infleksi sebagai bisnis operasional. Kedua perusahaan menghadapi tekanan dari pasar prediksi yang menawarkan produk serupa tanpa beban pajak negara bagian, sehingga mampu memberikan harga lebih kompetitif.
Langkah Burry ini mengundang perhatian di tengah meningkatnya popularitas platform seperti Polymarket dan Kalshi, yang memungkinkan taruhan pada berbagai acara mulai dari pemilu hingga suhu rata-rata global. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat dengan maraknya aplikasi judi online ilegal yang memanfaatkan celah regulasi. Meski pasar prediksi berlisensi di AS berbeda secara hukum, esensi persaingan tidak sehat dengan industri taruhan olahraga yang teregulasi menjadi pelajaran berharga bagi otoritas Indonesia dalam merancang kebijakan perjudian yang komprehensif.
Selain taruhan olahraga, Burry juga menambah kepemilikan saham JD.com di harga 27,58 dolar AS, menjadikannya salah satu dari tiga posisi terbesarnya. Ia memperkirakan saham Hong Kong dan China akan diuntungkan oleh pergeseran sentimen investor dari sektor AI dan memori chip di Korea Selatan serta Jepang. Diversifikasi ini menunjukkan strategi Burry yang tidak hanya fokus pada satu sektor, melainkan juga memanfaatkan peluang di pasar Asia.
Pertanyaan besarnya kini: akankah regulator AS benar-benar menindak pasar prediksi? Jika ya, Flutter dan DraftKings bisa menjadi pemenang besar. Namun jika celah hukum tetap terbuka, tekanan kompetitif justru akan semakin menggerus pangsa pasar mereka. Keputusan CFTC dan Kongres dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi penentu arah industri ini.



