Erlan Buron Kasus Kematian ASN Bangkalan, Kini Juga Diburu Korban Dugaan Penipuan
Baca dalam 60 detik
- Erlan, yang diduga menjadi orang terakhir bersama Sekdin Bangkalan Ruly Yunis sebelum ditemukan tewas di Bandara Juanda, kini juga dicari warga Pasuruan terkait dugaan penggelapan mobil.
- Ketua RT setempat mengonfirmasi banyak pihak, termasuk polisi, mendatangi kediaman lama Erlan di Dampit, Malang, setelah fotonya viral di media sosial.
- Erlan sudah tidak tinggal di Dampit sejak bercerai pada 2021; warga mengenalnya sebagai pribadi tertutup yang pekerjaannya tidak diketahui.

Pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, sebelum jasadnya ditemukan di Bandara Juanda, ternyata tidak hanya diburu polisi. Erlan, nama yang kini menjadi buronan, juga dicari oleh sejumlah warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan bermodus penggelapan kendaraan.
Fakta ini terungkap setelah Ketua RT 06/RW 03 Jalan Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Hanafi, mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir banyak orang mendatangi lingkungannya untuk mencari Erlan. Kedatangan mereka dipicu oleh beredarnya foto Erlan di media sosial yang dikaitkan dengan kasus kematian Ruly Yunis. "Beberapa hari ini banyak yang mencari, setelah Erlan muncul fotonya karena kasus di Juanda itu," ujar Hanafi, Rabu (8/7).
Awalnya, Hanafi mengira para pencari itu terkait dengan penyelidikan kematian Ruly. Namun, ia terkejut setelah mengetahui bahwa sebagian dari mereka adalah warga Pasuruan yang mengaku menjadi korban penipuan. "Ada warga Pasuruan mencari Erlan, katanya mobil Pajeronya dibawa sampai sekarang belum dikembalikan," tuturnya. Tak hanya warga sipil, aparat kepolisian juga telah datang untuk menggali informasi tentang rekam jejak Erlan.
Menurut Hanafi, Erlan sudah tidak lagi tercatat sebagai warga Dampit. Ia meninggalkan kawasan tersebut setelah bercerai dengan mantan istrinya sekitar tahun 2021. Selama tinggal di sana, Erlan dikenal sebagai sosok yang tertutup. "Bersama mantan istrinya dulu cenderung tertutup. Saya hanya pernah tahunya Erlan sering olahraga pagi, setelah itu tampaknya banyak di rumah. Kerjanya apa, kami tidak tahu," imbuh Hanafi.
Kasus yang menyeret Erlan bermula dari penemuan jasad Ruly Yunis di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda. Data manifes parkir menunjukkan mobil itu masuk sejak 20 Juni dan tidak pernah keluar. Rekaman CCTV bandara memperlihatkan bahwa Ruly tidak sendirian; kemudi kendaraan dipegang oleh seorang pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Erlan oleh kuasa hukum korban, Risang. Polisi kini terus memburu Erlan yang telah ditetapkan sebagai tersangka utama.
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai motif di balik kematian Ruly dan keterkaitan Erlan dengan dugaan penipuan yang dilaporkan warga. Apakah Erlan memang memiliki pola kriminal yang lebih luas, ataukah semua ini hanya kebetulan? Publik menanti pengungkapan fakta lebih lanjut dari pihak kepolisian.



