Saham Airtel dan Dangote Cement Bawa Bursa Nigeria Cetak Rekor Kapitalisasi Rp 155 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Kapitalisasi pasar NGX melonjak 3,45 triliun naira dalam sehari berkat aksi beli saham Airtel Africa dan Dangote Cement.
- Indeks All-Share NGX naik 2,27% ke level 242.459,98, dengan volume transaksi meningkat 5% meski nilai turun 18,8%.
- Sektor minyak dan gas memimpin penguatan sektoral, sementara asuransi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.

Bursa Efek Nigeria (NGX) mencatat lonjakan kapitalisasi pasar sebesar 3,45 triliun naira (sekitar Rp 155 triliun) dalam satu hari perdagangan, didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan seperti Airtel Africa dan Dangote Cement menjelang rilis laporan keuangan kuartal kedua.
Indeks All-Share NGX ditutup menguat 2,27% ke level 242.459,98, sementara kapitalisasi pasar bertambah menjadi 155,59 triliun naira. Saham Airtel Africa melesat 10%, disusul ARADEL yang naik 8,68%, Dangote Cement menguat 3,15%, dan Fidelity Bank menanjak 9,97%. Aksi beli juga terjadi pada saham VITAFOAM, MTNN, Accesscorp, dan FCMB.
Volume transaksi harian meningkat 5,02% menjadi 518,43 juta unit, meskipun nilai transaksi justru turun 18,80% menjadi 22,75 miliar naira. Menurut catatan Atlass Portfolio Limited, sebanyak 48.495 deal tercatat dalam sesi tersebut. Saham LASACO menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan kontribusi 10,94% dari total volume, disusul Fidelity Bank (9,18%), LINKASSURE (6,56%), Zenith Bank (6,18%), dan SterlingNG (5,89%).
Dari sisi sektoral, empat dari lima sektor utama mencatat penguatan. Sektor minyak dan gas memimpin dengan kenaikan 3,85%, diikuti sektor barang industri (+1,89%), perbankan (+1,07%), dan barang konsumen (+0,31%). Satu-satunya sektor yang melemah adalah asuransi yang turun tipis 0,20%. Secara kumulatif, dalam tiga sesi perdagangan pekan ini, kekayaan investor telah bertambah lebih dari 8,4 triliun naira.
Di sisi lain, saham HMCALL menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 9,95%, disusul MCNICHOLS (-8,89%), TRANSCORP (-5,65%), CWG (-5,24%), VFDGROUP (-5,19%), dan NPFMCRFBK (-4,59%). Meski demikian, sentimen pasar tetap positif dengan jumlah saham yang menguat (32) lebih banyak dibanding yang melemah (23).
Bagi pelaku pasar Indonesia, pergerakan NGX ini menarik dicermati mengingat Airtel Africa dan Dangote Cement merupakan emiten dengan kapitalisasi besar yang kerap menjadi acuan investor asing di Afrika. Lonjakan ini juga mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Nigeria, terutama setelah reformasi kebijakan moneter dan fiskal yang dilakukan pemerintah. Investor Indonesia yang memiliki eksposur ke pasar Afrika atau portofolio di sektor telekomunikasi dan semen dapat menjadikan data ini sebagai referensi sentimen regional.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal kedua emiten-emiten utama. Jika tren positif berlanjut, indeks NGX berpotensi menguji level resisten baru. Namun, volatilitas nilai tukar naira dan tekanan inflasi masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.



