Charley Hull Tampil Tajam di Evian Championship, Es Krim Hanya Gimmick
Baca dalam 60 detik
- Charley Hull membuka Evian Championship dengan skor 66, tertinggal tiga pukulan dari pemimpin Aki Iwai yang mencetak 64 tanpa bogey.
- Pegolf Inggris itu membantah klaim bahwa es krim yang dipegang caddie-nya menjadi kunci performa, dan lebih menekankan strategi hidrasi serta adaptasi terhadap panas.
- Nelly Korda, favorit juara, justru terpuruk di posisi 99 setelah mencatat 74, sementara dua pegolf Inggris lainnya, Lottie Woad dan Cara Gainer, juga tampil solid.

Charley Hull membuka turnamen major Evian Championship di Prancis selatan dengan performa gemilang, menempati posisi ketiga setelah ronde pertama dengan skor lima under par 66. Namun, momen yang paling menarik perhatian justru saat ia terlihat memegang es krim di hole ke-15, yang kemudian memicu spekulasi tentang pengaruhnya terhadap permainannya. Hull dengan tegas membantah anggapan tersebut.
Pegolf berusia 30 tahun itu mengaku tidak memakan es krim tersebut. "Pacar saya membelikannya untuk caddie saya, jadi saya hanya memegangnya sebentar saat dia memasukkan stik ke dalam tas," ujarnya. Hull justru memuji strategi hidrasinya di tengah suhu yang mencapai 30 derajat Celsius. Ia minum banyak air dan elektrolit setiap hole, serta makan setiap dua hole untuk menjaga energi.
Hull memulai ronde dengan kurang mulus, dua over par setelah enam hole. Namun, ia bangkit dengan lima birdie dalam 11 hole berikutnya, ditambah eagle di hole 18 par lima. Skor 66 ini menjadi ronde pertama terbaiknya di turnamen major, menyamai catatannya di Evian Championship 2022 yang juga berakhir di posisi ketiga. Hull masih memburu gelar major pertamanya, setelah lima kali menjadi runner-up sejak debutnya di ajang elite pada 2012.
Di puncak klasemen, Aki Iwai tampil sempurna tanpa bogey dengan skor delapan under par 64, unggul dua pukulan dari Perrine Delacour asal tuan rumah. Sementara itu, dunia nomor satu Nelly Korda justru mengalami mimpi buruk. Pemenang dua major pertama musim 2026 itu memulai dengan double bogey dan hanya mampu mencatat tiga birdie sepanjang ronde, ditutup bogey di hole 18. Skor 74 membuatnya tertinggal 11 pukulan dari pemimpin dan terancam gagal lolos cut yang hanya mengambil 65 besar plus ties.
Korda, yang telah memenangkan empat turnamen musim ini termasuk dua major, hanya sekali finis di luar 10 besar dari 10 start. Namun, performa buruk di Evian-les-Bains menunjukkan bahwa lapangan ini tetap menjadi tantangan tersendiri. Tahun lalu, Hull sendiri harus mundur setelah pingsan dua kali di ronde pertama karena virus, tetapi tahun ini ia tampak bugar dan percaya diri.
Dari kubu Inggris, Lottie Woad juga menunjukkan taji. Ia membuka dengan 66, sama seperti Hull, setelah mencatat lima birdie dan satu eagle di sembilan hole depan. Musim lalu, Woad nyaris menang di Evian dalam start terakhirnya sebagai amatir, kalah satu pukulan dari Grace Kim dan Jeeno Thitikul. "Saya bermain cukup solid. Senang bisa kembali ke tempat yang sudah dikenal, karena tahun ini semua lapangan baru bagi saya," ujar Woad. Sementara itu, Cara Gainer mencatat 67 tanpa bogey, memperbaiki performanya tahun lalu saat memimpin setelah 54 hole sebelum akhirnya finis di posisi 14.
Bagi penggemar golf di Indonesia, penampilan Hull dan para pesaingnya menjadi tontonan menarik. Evian Championship adalah salah satu dari lima major wanita, dan persaingan yang ketat menunjukkan bahwa gelar juara masih terbuka lebar. Dengan kondisi cuaca panas yang menuntut ketahanan fisik, strategi hidrasi seperti yang diterapkan Hull bisa menjadi kunci. Apakah Hull akhirnya mampu memutus puasa gelar major, atau justru Iwai yang mempertahankan keunggulan? Ronde kedua akan menjadi penentu.



