Diego Coppola Resmi ke Paris FC: Brighton Raup Untung Besar, Lazio Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Italia Diego Coppola dipermanenkan Paris FC dari Brighton dengan nilai transfer mencapai โฌ20 juta, termasuk bonus.
- Brighton meraup keuntungan signifikan karena sebelumnya hanya membayar โฌ11 juta ke Hellas Verona pada 2025.
- Kepindahan ini menutup peluang Lazio yang sempat dikaitkan dengan pemain berusia 22 tahun tersebut.

Bek timnas Italia Diego Coppola akhirnya memastikan masa depannya di Ligue 1 setelah Paris FC menebusnya secara permanen dari Brighton & Hove Albion. Nilai transfer mencapai โฌ18 juta plus โฌ2 juta bonus berdasarkan performa, menjadikan total paket mencapai โฌ20 juta. Kesepakatan ini sekaligus memupus harapan Lazio yang sempat dikabarkan ingin membawanya kembali ke Serie A.
Coppola, 22 tahun, menjalani masa peminjaman selama enam bulan di Paris FC sejak Januari 2026. Selama berseragam klub ibu kota Prancis itu, ia tampil dalam 14 pertandingan dan menunjukkan perkembangan positif. Sebelumnya, ia hanya bermain sembilan kali untuk Brighton sejak dibeli dari Hellas Verona pada musim panas 2025, meski sempat mencatatkan dua assist dari lini belakang.
Bagi Brighton, transaksi ini menjadi ladang cuan. Klub Premier League itu hanya mengeluarkan โฌ11 juta untuk mendatangkan Coppola dari Verona, sehingga selisih โฌ7-9 juta (tergantung bonus) terbilang menguntungkan. Strategi beli-muda lalu jual-untung kembali terbukti efektif bagi tim asal pantai selatan Inggris tersebut.
Keputusan Coppola bertahan di Prancis ketimbang kembali ke Italia dinilai sebagai langkah tepat untuk mengembangkan karier. Lazio, yang sempat dikaitkan, harus gigit jari karena sang pemain lebih memilih proyek Paris FC yang tengah ambisius. Apalagi, Coppola telah merasakan atmosfer Ligue 1 dan tampak betah.
Dari sisi timnas Italia, Coppola tetap menjadi bagian dari generasi muda yang diproyeksikan untuk masa depan. Ia telah mengoleksi dua caps senior, keduanya diraih pada Juni 2025. Dengan menit bermain yang lebih teratur di Paris FC, peluangnya untuk memperkuat Gli Azzurri di ajang internasional semakin terbuka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Coppola menjadi contoh bagaimana klub Eropa memanfaatkan pasar pemain muda dengan strategi beli-murah-jual-mahal. Brighton, yang juga pernah memiliki pemain Asia seperti Kaoru Mitoma, menunjukkan bahwa investasi pada pemain potensial bisa mendatangkan profit besar. Ke depannya, apakah Paris FC akan mampu memaksimalkan potensi Coppola dan menjualnya dengan harga lebih tinggi? Atau justru ia akan menjadi pilar jangka panjang klub? Hanya waktu yang bisa menjawab.



