Inter Milan Gagal Lagi: Tawaran €23 Juta untuk Khalaili Ditolak, Galatasaray Incar Curtis Jones
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengajukan tawaran kedua senilai €23 juta plus bonus untuk Anan Khalaili, namun ditolak Union Saint-Gilloise yang mematok harga €30 juta.
- Kegagalan ini menambah daftar panjang target Inter yang lolos musim panas ini, setelah Marco Palestra dan Oumar Solet juga batal bergabung.
- Galatasaray kini beralih ke gelandang Liverpool Curtis Jones, yang kontraknya tersisa setahun dan dihargai €40 juta.

Inter Milan kembali mengalami kegagalan di bursa transfer musim panas ini. Tawaran kedua untuk bek kanan asal Israel, Anan Khalaili, senilai €23 juta plus bonus dilaporkan ditolak oleh klub Belgia Union Saint-Gilloise. Klub asal Milan itu masih jauh dari banderol €30 juta yang diminta, membuat negosiasi semakin alot.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi para penggemar Nerazzurri yang sudah frustrasi dengan lambatnya pergerakan transfer. Sebelumnya, Inter kehilangan Marco Palestra yang memilih Chelsea saat sudah hampir sepakat dengan Atalanta, dan juga gagal mendatangkan Oumar Solet dari Udinese karena masalah harga. Kini, Khalaili yang diincar sebagai pengganti Denzel Dumfries tampaknya akan menjadi mimpi buruk baru.
Menurut pakar transfer Belgia Sacha Tavolieri, Union Saint-Gilloise langsung menolak tawaran perbaikan Inter hanya beberapa menit setelah Sky Sport Italia mengumumkannya. Klub Belgia itu sadar bahwa Khalaili, yang juga incaran Como dan Napoli di Serie A, memiliki banyak peminat. Tawaran awal Inter yang hanya €20 juta plus bonus dinilai terlalu rendah untuk dipertimbangkan serius.
Situasi ini menunjukkan betapa sulitnya Inter bersaing di pasar transfer dengan anggaran terbatas. Sementara itu, laporan dari Turkiye menyebut Galatasaray mulai melirik target lain, yaitu gelandang Liverpool Curtis Jones. Liverpool membanderol Jones dengan harga €40 juta, meski kontraknya tersisa satu tahun. Langkah Galatasaray ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka mundur dari perburuan Khalaili, namun belum tentu memudahkan Inter karena Union Saint-Gilloise tetap pada pendiriannya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisruh transfer ini menjadi pelajaran tentang dinamika negosiasi klub Eropa. Inter, yang pernah menjadi klub favorit banyak penggemar di Indonesia, kini harus berjuang keras untuk mendatangkan pemain incaran. Jika gagal lagi, mereka mungkin harus mencari alternatif lain atau bertahan dengan skuad yang ada. Pertanyaannya, mampukah Inter bangkit dari keterpurukan bursa transfer ini dan bersaing di Serie A musim depan?



