Trabzonspor Borong Winger Muda Simsir dari Midtjylland dengan Nilai Transfer Rp200 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Klub Turki Trabzonspor resmi mengamankan jasa winger Doguhan Aral Simsir dari Midtjylland dengan biaya transfer 13 juta euro atau setara Rp200 miliar.
- Pembayaran dilakukan dalam tujuh tahap, plus klausul 15 persen dari keuntungan penjualan di masa depan untuk Midtjylland.
- Simsir, yang lahir di Denmark dan memiliki paspor Turki, menandatangani kontrak empat tahun dengan gaji 2 juta euro per musim.

Trabzonspor, salah satu raksasa Liga Super Turki, resmi mendatangkan winger Doguhan Aral Simsir dari klub Denmark Midtjylland dengan nilai transfer mencapai 13 juta euro, atau sekitar Rp200 miliar. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub yang berbasis di Laut Hitam tersebut untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi domestik dan Eropa.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (8/7), manajemen Trabzonspor mengungkapkan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam tujuh kali cicilan. Selain itu, Midtjylland juga berhak atas 15 persen dari keuntungan penjualan Simsir di masa depan. Skema pembayaran bertahap ini lazim dilakukan klub Turki untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah inflasi dan fluktuasi nilai tukar lira.
Simsir, yang berusia 24 tahun, lahir di Denmark namun memiliki darah Turki. Ia telah menandatangani kontrak berdurasi empat musim dengan gaji 2 juta euro per tahun. Sebelum bergabung dengan Trabzonspor, ia mencatatkan performa impresif di Superliga Denmark bersama Midtjylland, termasuk torehan gol dan assist yang konsisten di kompetisi domestik maupun Liga Europa.
Bagi Trabzonspor, perekrutan Simsir bukan sekadar pembelian pemain, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meremajakan skuad. Klub yang pernah menjadi juara Super Lig pada musim 2021/2022 itu tengah membangun tim yang lebih muda dan dinamis. Simsir, yang bisa bermain di kedua sisi sayap, diharapkan menjadi motor serangan baru bersama para pemain senior seperti Trezeguet dan Edin Viลกฤa.
Dari sisi Midtjylland, transfer ini juga menguntungkan. Klub asal Denmark itu berhasil mendapatkan nilai jual tinggi untuk pemain yang direkrut dari akademi mereka. Dengan klausul penjualan 15 persen, Midtjylland masih akan memantau perkembangan karier Simsir di Turki.
Konteks Indonesia: Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, transfer ini menarik perhatian pengamat sepak bola Tanah Air karena menunjukkan bagaimana klub Eropa kelas menengah seperti Trabzonspor mampu bersaing di bursa transfer dengan nilai fantastis. Hal ini menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai aktif di pasar transfer internasional, seperti Persija Jakarta atau Bali United, bahwa perencanaan keuangan dan strategi pembayaran bertahap bisa menjadi kunci mendatangkan pemain asing berkualitas tanpa membebani kas klub secara mendadak.
Ke depan, performa Simsir di Super Lig akan menjadi sorotan. Akankah ia mampu membawa Trabzonspor kembali ke puncak klasemen dan bersaing di Liga Champions? Atau justru menjadi pemain yang hanya bersinar di awal musim? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



