Olav Kooij Menangi Sprint Kacau di Etape 5 Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Belanda Olav Kooij merebut kemenangan perdana di Tour de France setelah memenangi sprint massal yang diwarnai kecelakaan di etape kelima.
- Torstein Træen tetap mempertahankan jersey kuning meski terlibat insiden jatuh, dengan keunggulan 28 detik atas Sean Quinn di klasemen umum.
- Kooij, yang sempat terhambat penyakit di awal musim, menjadi sorotan setelah sukses mengatasi tekanan dan meraih kemenangan impresif.

Pembalap Belanda Olav Kooij mencatatkan namanya dalam buku sejarah Tour de France setelah memenangi etape kelima yang berakhir kacau akibat kecelakaan di finis sprint. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Kooij di ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia, sekaligus membuktikan kebangkitannya setelah awal musim yang sulit.
Etape sepanjang 158,3 kilometer dari Lannemezan ke Pau itu berlangsung relatif tenang hingga menjelang finis. Namun, dalam beberapa kilometer terakhir, terjadi insiden jatuh yang melibatkan sejumlah pembalap, termasuk pemimpin klasemen umum Torstein Træen. Meski terlibat dalam kecelakaan, Træen berhasil finis dalam kelompok yang sama dengan Kooij, hanya terpaut 14 detik dari pemenang etape.
Kooij, yang baru pertama kali mengikuti Tour de France, harus menunggu hingga etape kelima untuk mendapatkan kesempatan sprint. Ia mengaku lega bisa langsung memanfaatkannya. “Setelah beberapa hari yang berat, kami harus menunggu hari ini untuk kesempatan sprint pertama. Langsung menang rasanya luar biasa,” ujar Kooij seusai balapan.
Pembalap berusia 24 tahun itu bergabung dengan tim Decathlon CMA CGM sebagai pengganti mendadak setelah awal musimnya terganggu oleh penyakit. Ia mengaku dukungan tim dan kepercayaan dari orang-orang terdekat menjadi kunci kebangkitannya. “Setelah musim semi yang sulit, bisa kembali ke level ini dan terus percaya pada diri sendiri adalah hal yang berarti,” tambahnya.
Di sisi lain, Træen tetap mempertahankan jersey kuning meskipun sempat terlibat kecelakaan. Pembalap Norwegia itu memimpin klasemen umum dengan keunggulan 28 detik atas Sean Quinn dari Amerika Serikat. Sementara itu, kandidat kuat juara seperti Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard masih tertinggal jauh, masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima dengan selisih 7 menit 53 detik.
Kemenangan Kooij menjadi sorotan utama, terutama karena ia adalah mantan rekan setim Vingegaard di tim Visma-Lease a Bike. Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, momen ini menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa hasil manis meskipun menghadapi rintangan. Tour de France sendiri terus menyajikan drama dan kejutan, menjadikannya tontonan yang layak diikuti.
Ke depan, persaingan di pegunungan akan semakin ketat. Træen harus mampu bertahan dari serangan para pendaki murni seperti Pogacar dan Vingegaard jika ingin mempertahankan jersey kuning hingga Paris. Akankah ia mampu melakukannya? Atau justru Kooij yang akan kembali mencuri perhatian di etape-etape berikutnya?



