Liverpool Patok Harga Curtis Jones Rp800 Miliar, Nottingham Forest Mulai Bergerak
Baca dalam 60 detik
- Liverpool membanderol gelandang akademinya Curtis Jones dengan harga £40 juta atau sekitar Rp800 miliar di tengah minat Nottingham Forest.
- Forest mencari pengganti Elliot Anderson yang hengkang ke Manchester City dengan nilai transfer £116 juta, dan Jones dinilai cocok mengisi peran serupa.
- Kontrak Jones tersisa hingga Juni 2027, memberi Liverpool dua jendela transfer untuk mendapatkan keuntungan sebelum ia bisa pergi gratis.

Liverpool mematok harga jual gelandang serba bisa Curtis Jones sebesar £40 juta (sekitar Rp800 miliar) setelah Nottingham Forest menunjukkan minat serius untuk merekrutnya pada bursa transfer musim panas ini. Langkah Forest ini tak lepas dari kebutuhan mendesak mengisi kekosongan lini tengah yang ditinggalkan Elliot Anderson, yang baru saja pindah ke Manchester City dengan rekor transfer klub.
Menurut laporan jurnalis independen Luca Cerchione, Forest telah melakukan pendekatan awal kepada Liverpool untuk memboyong pemain berusia 25 tahun tersebut. Namun, The Reds bersikukuh dengan banderol yang terbilang tinggi mengingat sisa kontrak Jones yang hanya tinggal dua tahun lagi, hingga Juni 2027. Dengan demikian, Liverpool hanya memiliki dua jendela transfer—musim panas ini dan Januari 2027—untuk mendapatkan keuntungan finansial sebelum Jones bisa pergi dengan status bebas transfer.
Meski demikian, harga tersebut dianggap realistis mengingat status Jones sebagai produk akademi (homegrown) dan pengalamannya di Premier League. Sepanjang musim 2025/26, ia tampil dalam 49 pertandingan di semua kompetisi, membuktikan diri sebagai opsi andalan di berbagai peran—baik sebagai gelandang serang, gelandang bertahan, maupun di sisi sayap. Kemampuannya dalam mempertahankan bola, menekan lawan, dan membawa bola ke depan menjadi nilai jual utama.
Bagi Nottingham Forest, merekrut Jones merupakan langkah strategis untuk mempertahankan kualitas lini tengah setelah kepergian Anderson. Anderson, yang dibeli Man City dengan harga £116 juta, menjadi tulang punggung permainan Forest berkat energi, kemampuan membawa bola, dan kreativitasnya. Jones dinilai memiliki profil yang mirip, terutama dalam hal kemampuan membawa bola ke depan dan menghubungkan pertahanan dengan serangan. Namun, Forest harus bersiap mengeluarkan investasi besar, meski sebagian pembayaran dapat dilakukan secara bertahap untuk mengurangi beban finansial.
Di sisi lain, Liverpool belum tentu rela melepas Jones. Meski ia bukan pemain inti mutlak, kontribusinya dianggap penting sebagai pemain rotasi yang bisa diandalkan di berbagai kompetisi. Status homegrown juga membuatnya bernilai lebih dalam skuad, terutama untuk memenuhi kuota pemain lokal di Premier League. Keputusan akhir akan bergantung pada apakah Forest bersedia memenuhi banderol yang diminta atau mencoba menawar dengan skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League memanfaatkan dana segar dari transfer besar untuk memburu pemain berkualitas. Nilai transfer yang mencapai Rp800 miliar untuk seorang gelandang yang tidak selalu menjadi starter menjadi gambaran betapa tingginya standar finansial di liga teratas Inggris. Jika transfer ini terealisasi, Jones akan menjadi salah satu rekrutan termahal Forest dalam sejarah klub, dan menjadi ujian bagi kemampuan manajemen klub dalam mengelola anggaran.
Ke depannya, apakah Liverpool akan mempertahankan Jones sebagai aset jangka panjang atau memanfaatkan momen untuk mendapatkan keuntungan finansial? Sementara itu, Forest harus memutuskan apakah harga tersebut sepadan dengan potensi yang dimiliki Jones, atau lebih baik mencari alternatif lain yang lebih murah. Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini masih akan menyajikan kejutan-kejutan menarik.



