7 Buronan Pembunuh Pilot AS di Yahukimo Diburu, Satgas Cartenz Terbitkan DPO
Baca dalam 60 detik
- Satgas Damai Cartenz menetapkan tujuh tersangka pembunuhan pilot AS dan pembakaran pesawat di Yahukimo, seluruhnya berstatus DPO.
- Kelompok bersenjata diperkirakan berjumlah 15 orang dengan senjata api laras panjang dan pendek, masih dalam pengejaran.
- Barang bukti termasuk selongsong peluru dan dokumen TPNPB ditemukan di markas KKB, memperkuat dugaan keterlibatan jaringan bersenjata.

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz resmi memburu tujuh orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan pilot Amerika Serikat, Nicholas F Goselin, serta pembakaran pesawat PT AMA Air di Bandara Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan. Ketujuh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata mengungkapkan bahwa identitas para buronan telah diketahui, yakni MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Mereka diduga secara bersama-sama melakukan aksi pembunuhan dan pembakaran yang mengakibatkan gangguan serius terhadap keselamatan penerbangan sipil di wilayah tersebut.
Dari hasil penyelidikan, kelompok ini diperkirakan memiliki kekuatan sekitar 15 orang dengan persenjataan yang cukup berat, termasuk senjata api laras panjang, senjata api pendek, dan senjata rakitan. Penyidik masih terus mendalami jaringan, pola pergerakan, serta sumber persenjataan kelompok tersebut. "Proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, terukur, dan transparan," tegas Era dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menambahkan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter dengan nomor registrasi PK-RCY mengalami kerusakan hingga 90 persen akibat kebakaran. Bagian tengah badan pesawat menjadi titik terparah, dan saat ditemukan posisi pesawat masih mengarah ke landasan pacu. Penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk sisa abu dan arang, serpihan bodi dan kawat ban, satu butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm, serta sampel tanah untuk pemeriksaan laboratorium forensik.
Selain itu, dari penyisiran di sekitar lokasi ditemukan sebuah honai yang diduga digunakan sebagai markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan papan bertuliskan Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama. Dari tempat itu, petugas menyita barang bukti berupa noken, pakaian, sangkur, dua parang, satu senapan angin, peralatan komunikasi dan dokumentasi, serta dokumen dan identitas keanggotaan TPNPB. "Kartu anggota TPNPB dan dokumen lainnya masih dalam proses verifikasi untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa ini," ujar Yusuf.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Satgas terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk segera menangkap para buronan. Pertanyaan yang kini mengemuka: sejauh mana jaringan kelompok ini terstruktur dan apakah ada keterlibatan pihak lain yang mendukung persenjataan mereka?



