NCC Dorong Tarif Transparan Berbagi Infrastruktur Serat Optik
Baca dalam 60 detik
- Komisi Komunikasi Nigeria (NCC) menggelar forum pemangku kepentingan untuk merumuskan mekanisme harga berbagi infrastruktur serat optik.
- Kebijakan Dig-Once bertujuan menekan biaya ekspansi broadband dan menghindari penggalian jalan berulang.
- Tanpa kerangka tarif yang adil, potensi efisiensi dari berbagi infrastruktur pasif sulit terwujud.

Komisi Komunikasi Nigeria (NCC) mengambil langkah strategis dengan menginisiasi penyusunan kerangka tarif yang transparan dan berkelanjutan untuk berbagi infrastruktur serat optik, sebagai bagian dari implementasi kebijakan Dig-Once. Langkah ini diumumkan dalam forum pemangku kepentingan yang digelar di Abuja, Rabu (12/3/2025).
Sekretaris Tetap Kementerian Komunikasi, Inovasi, dan Ekonomi Digital, Nadungu Gagare, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum krusial untuk memastikan kebijakan Dig-Once mencapai tujuannya: mempercepat penggelaran broadband dan mendorong efisiensi penggunaan sumber daya nasional. Menurut Gagare, keterlibatan pemerintah, investor, penyedia infrastruktur, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk merumuskan model harga yang menyeimbangkan kepentingan komersial dengan kepentingan publik.
โKebijakan Dig-Once merupakan salah satu intervensi strategis pemerintah untuk mempercepat pengembangan infrastruktur serat optik. Kebijakan ini akan mengurangi biaya ekspansi broadband, mencegah penggalian jalan yang tidak perlu, dan mendorong efisiensi penggunaan sumber daya nasional,โ ujar Gagare. Namun, ia menekankan bahwa potensi penuh kebijakan ini hanya dapat tercapai jika didukung oleh kerangka tarif yang transparan, layak secara komersial, adil, dan mendorong berbagi infrastruktur.
Direktur Kebijakan, Persaingan, dan Analisis Ekonomi NCC, Ayuba Shuaibu, menambahkan bahwa keberhasilan implementasi Dig-Once sangat bergantung pada penetapan pendekatan harga yang transparan dan ekonomis untuk akses infrastruktur saluran bersama. Shuaibu menjelaskan bahwa inisiatif Dig-Once pada dasarnya bertujuan mengurangi biaya dan kompleksitas penggelaran jaringan dengan mendorong pekerjaan sipil yang terkoordinasi dan penggunaan bersama infrastruktur saluran bawah tanah. โTanpa mekanisme harga yang terdefinisi dengan baik, tujuan efisiensi, keadilan, dan perlindungan investasi mungkin tidak akan tercapai sepenuhnya,โ katanya.
Managing Director Dimention Data Ltd, Olugbenga Olabiyi, yang diwakili oleh Akpevwe Egbelughe, menyoroti tantangan struktural yang dihadapi sektor telekomunikasi Nigeria. Meskipun telah mencapai kemajuan luar biasa, penggelaran broadband masih menghadapi kendala biaya pekerjaan sipil yang tinggi. โKonstruksi saluran, sub-saluran, conduit, manhole, tiang, dan infrastruktur terkait biasanya merupakan komponen terbesar dari pengeluaran penggelaran broadband. Realitas ini telah diakui secara global,โ ujar Olabiyi. Ia menambahkan bahwa di pasar maju maupun berkembang, infrastruktur pasif tetap menjadi komponen paling mahal dan paling sulit direplikasi.
Bagi Indonesia, langkah NCC ini relevan mengingat Indonesia juga menghadapi tantangan serupa dalam penggelaran serat optik, terutama di wilayah timur. Kebijakan berbagi infrastruktur pasif dapat menjadi model untuk menekan biaya dan mempercepat konektivitas. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kerangka tarif yang transparan dan tidak diskriminatif, serta pengawasan ketat dari regulator seperti Kementerian Komunikasi dan Digital.
Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis yang dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus melindungi kepentingan publik. Gagare optimistis bahwa hasil diskusi akan mampu memperkuat pengembangan infrastruktur serat optik dan mendukung agenda ekspansi broadband Nigeria. Pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah regulator dan pelaku industri merumuskan tarif yang benar-benar adil dan berkelanjutan, atau justru memicu perselisihan baru?



