McIlroy Pimpin Skotlandia Terbuka: Jadwal Padat Tak Redam Insting Kompetitif
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy memulai turnamen dengan skor 65 pukulan, unggul satu stroke dari Brooks Koepka dan Min Woo Lee.
- Pebalap asal Irlandia Utara itu mengaku jadwal yang lebih longgar justru menjaga semangatnya tetap tinggi.
- Kemenangan di Skotlandia bisa menjadi modal berharga menjelang The Open pekan depan.

Rory McIlroy membuka perburuan gelar Skotlandia Terbuka keduanya dengan skor lima-under 65 pada putaran pertama di Renaissance Club, Kamis (11/7). Pebalap nomor dua dunia itu memimpin bersama Patrick Cantlay, Tom Kim, dan Bernd Wiesberger di papan atas klasemen sementara.
McIlroy, yang tahun lalu menyelesaikan Grand Slam karier dengan kemenangan di Masters, tampil konsisten meski jadwal turnamennya semakin selektif. Sejak April, ia hanya tampil di tiga ajang di luar major. "Saya bisa lebih banyak bersama keluarga dan hidup terasa lebih seimbang," ujarnya. "Tapi tantangannya adalah menjaga antusiasme tetap tinggi setelah hampir 20 tahun berkarier. Jadwal yang lebih ringan justru membantu."
Pebalap 37 tahun itu memulai dari hole 10 dan mencatat bogey di awal, namun pulih dengan eagle 18 kaki di hole 1 par-5 serta birdie di hole 7 dan 8. Penyelamatan gemilang dari bunker di hole 9 menutup penampilan solidnya. "Saya sangat menikmati kembali ke lapangan links. Ini mengingatkan saya mengapa dulu mulai bermain golf," kata McIlroy.
Brooks Koepka, yang kembali ke Skotlandia Terbuka setelah 11 tahun absen, hanya tertinggal satu stroke bersama Min Woo Lee. Sementara juara AS Terbuka Wyndham Clark bangkit dari start buruk (tiga-over dalam empat hole) untuk mencatat 67. Robert MacIntyre, pebalap tuan rumah yang bermain bareng McIlroy, juga puas dengan 67 meski harus menahan emosi. "Saya seperti ketel yang selalu mendidih, siap meledak. Tapi penerimaan adalah kuncinya. Jika Anda bisa menerima momen buruk, Anda tidak akan sering bermain buruk," katanya.
Bagi penggemar golf Indonesia, performa McIlroy ini menarik karena menunjukkan bahwa manajemen jadwal yang cerdas bisa menjadi strategi untuk menjaga performa puncak. Di tengah padatnya kalender tur dunia, pendekatan selektif seperti yang dilakukan McIlroy bisa menjadi pelajaran bagi pebalap muda Asia, termasuk Indonesia, yang mulai merambah kancah internasional. Turnamen seperti Skotlandia Terbuka juga menjadi ajang pemanasan ideal menjelang The Open, major terakhir tahun ini yang akan digelar pekan depan di Royal Troon.
Dengan keunggulan tipis dan persaingan ketat, mampukah McIlroy mempertahankan performa hingga akhir pekan? Atau justru pebalap lain seperti Koepka atau Cantlay yang akan mencuri perhatian? Dua putaran ke depan akan menjadi penentu.



