Mesir Desak FIFA Usir Wasit dari Piala Dunia: Tuduhan Diskriminasi dan Kecurangan
Baca dalam 60 detik
- PSSI Mesir secara resmi meminta FIFA mengusir tim wasit yang memimpin laga Argentina vs Mesir setelah sejumlah keputusan kontroversial.
- Keputusan VAR yang menganulir gol Mesir dan tidak meninjau pelanggaran terhadap Mohamed Salah dinilai tidak konsisten dan merugikan.
- Insiden ini memicu perdebatan tentang netralitas wasit dan dugaan keberpihakan pada tim besar di Piala Dunia.

Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi meminta FIFA mencoret wasit Prancis Francois Letexier beserta seluruh kru yang memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia melawan Argentina, menyusul sejumlah keputusan kontroversial yang dinilai merugikan timnya. Dalam surat protes yang diajukan, EFA menuding adanya standar ganda dalam pengambilan keputusan dan meminta investigasi menyeluruh terhadap kinerja tim wasit.
Laga yang berlangsung di Atlanta, Georgia, itu berakhir dengan skor 3-2 untuk Argentina setelah tim juara bertahan berhasil membalikkan keadaan di menit-menit akhir. Namun, jalannya pertandingan diwarnai kontroversi besar saat Mesir unggul 1-0 di babak kedua. Gol Mostafa Zico dianulir oleh VAR setelah wasit menilai gelandang Mesir, Marwan Attia, melakukan pelanggaran dengan menginjak kaki Lisandro Martinez di awal serangan. Keputusan ini sontak memicu kemarahan kubu Mesir yang menganggapnya tidak proporsional.
Tak hanya itu, Mesir juga merasa dirugikan saat Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti Argentina beberapa detik sebelum tim lawan mencetak gol kemenangan di masa injury time. Wasit Letexier tidak meninjau insiden tersebut melalui VAR, yang oleh EFA dianggap sebagai "kesalahan fatal" dan bentuk "diskriminasi" terhadap timnya. Presiden EFA, Hany Abou Rida, dalam pernyataan resminya menuntut agar Letexier dan seluruh kru wasit dilarang memimpin pertandingan sisa Piala Dunia.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, dengan nada kecewa menyatakan bahwa timnya diperlakukan tidak adil. "Mungkin mereka ingin menjaga juara dunia tetap bertahan di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi terus berlaga," ujarnya usai pertandingan. Sementara itu, striker Mostafa Zico lebih blak-blakan menuduh turnamen ini telah diatur. "Wasit benar-benar tidak adil. Ketidakadilan sudah terlihat sejak awal pertandingan. Jelas turnamen ini sudah diatur," katanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini mengingatkan pada pengalaman timnas Indonesia yang kerap dirugikan keputusan wasit di ajang internasional. Meski levelnya berbeda, sentimen ketidakpercayaan terhadap wasit asing dan dugaan keberpihakan pada tim-tim besar kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter Tanah Air. Kejadian ini juga memicu diskusi tentang konsistensi penggunaan VAR dan transparansi pengambilan keputusan di Piala Dunia.
Argentina sendiri akan menghadapi Swiss di babak perempat final pada akhir pekan ini. Sementara itu, FIFA hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas protes yang dilayangkan EFA. Pertanyaan besar yang mengemuka: akankah FIFA bertindak tegas terhadap wasit yang dituduh melakukan kesalahan, atau justru mengabaikan protes dari tim yang dianggap "kecil"? Jawabannya akan menentukan kredibilitas turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.



