Prabowo dan Gibran Sambut Modi di Gedung DPR, Kerja Sama Energi dan Nuklir Mengemuka
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi parlemen Indonesia dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
- Dalam pertemuan bilateral sebelumnya, kedua pemimpin menyepakati penguatan kerja sama di bidang energi surya, teknologi nuklir, dan digital.
- Kunjungan ini menegaskan kembali hubungan historis Indonesia-India yang telah terjalin sejak era kemerdekaan dan Konferensi Asia Afrika.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dalam penyambutan Perdana Menteri India Narendra Modi di kompleks parlemen, Selasa (7/7) sore. Kehadiran dua pimpinan eksekutif tersebut menandai tingginya perhatian pemerintah terhadap penguatan hubungan bilateral dengan India, yang dalam pertemuan sebelumnya telah menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di bidang energi dan teknologi.
Modi diterima oleh tiga pimpinan lembaga tinggi negara: Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Dalam sambutannya, Puan mengingatkan kembali kedekatan historis antara Indonesia dan India yang berakar sejak era Presiden Sukarno. Ia menyebut bahwa kakeknya, Sukarno, pernah menjadi tamu kehormatan pada perayaan pertama Hari Republik India pada 1950. Tak hanya itu, kedua negara juga menjadi sponsor utama Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955, yang menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok.
Pertemuan di parlemen ini merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan Modi setelah sebelumnya melakukan pembicaraan bilateral dengan Prabowo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor energi, khususnya pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pertukaran teknologi nuklir, serta kolaborasi di bidang teknologi digital. Prabowo menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, ketahanan energi menjadi prioritas bersama.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan India memiliki dimensi strategis yang melampaui sekadar hubungan bilateral. India merupakan mitra dagang utama di kawasan Asia Selatan, dan kedua negara sama-sama anggota G20 serta berbagai forum multilateral. Penguatan kerja sama energi, terutama nuklir dan surya, sejalan dengan target transisi energi Indonesia menuju netralitas karbon pada 2060. Sementara itu, kolaborasi teknologi digital dapat mempercepat transformasi digital di sektor pemerintahan dan bisnis.
Kunjungan Modi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarparlemen. Puan Maharani mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu kembali dengan Modi setelah Konferensi Parlemen di India pada 2023. Ia berharap Modi dapat merasakan kehangatan sambutan Indonesia. Di sisi lain, kehadiran Prabowo dan Gibran di DPR mengirimkan sinyal kuat tentang kesinambungan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, serta komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat.
Ke depan, implementasi kesepakatan yang telah ditandatangani akan menjadi ujian bagi kedua negara. Apakah proyek PLTS dan transfer teknologi nuklir dapat terealisasi sesuai jadwal? Atau akankah hambatan regulasi dan investasi menjadi batu sandungan? Publik Indonesia tentu berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi dan kemajuan teknologi nasional.



