Liverpool Bergerak Cepat Amankan Gilberto Mora, Real Madrid Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Liverpool telah memulai negosiasi dengan Club Tijuana untuk merekrut gelandang serang Meksiko berusia 17 tahun, Gilberto Mora, setelah tersingkirnya Meksiko dari Piala Dunia.
- Klub asal Meksiko itu mematok harga โฌ21,3 juta (ยฃ18 juta), yang berpotensi menjadikan Mora sebagai pemain U18 termahal dalam sejarah Premier League.
- Real Madrid dikabarkan siap membajak transfer ini, menambah persaingan ketat antara dua raksasa Eropa untuk mendapatkan talenta muda yang dijuluki 'fenomenal' oleh pemandu bakat.

Liverpool tidak membuang waktu setelah tersingkirnya Meksiko dari Piala Dunia. Klub asal Merseyside itu langsung membuka negosiasi dengan Club Tijuana untuk mengamankan tanda tangan Gilberto Mora, gelandang serang berusia 17 tahun yang menjadi salah satu pemain termuda di turnamen tersebut. Langkah ini diambil di tengah ancaman pembajakan dari Real Madrid, yang juga mengincar pemain muda berbakat asal Meksiko itu.
Menurut laporan El Universal yang dikutip Sport Witness, Liverpool telah melakukan kontak langsung dengan klub Meksiko maupun perwakilan sang pemain. Tijuana dikabarkan mematok harga โฌ21,3 juta atau sekitar ยฃ18 juta untuk melepas Moraโangka yang akan menjadikannya salah satu pemain di bawah 18 tahun termahal dalam sejarah Premier League. Meskipun usianya masih sangat muda, Mora telah menunjukkan kematangan di panggung internasional dengan tampil sebagai gelandang serang serbabisa selama Piala Dunia.
Pemandu bakat Jacek Kulig, yang dikenal dengan penilaiannya yang tajam, menyebut Mora sebagai "salah satu talenta Meksiko paling menarik" yang pernah ia lihat. Dalam unggahan di media sosial, Kulig bahkan menjuluki pemain muda itu "fenomenal". Pujian semacam itu tentu membuat banyak klub besar Eropa melirik, dan Liverpool menjadi yang terdepan dalam perburuan saat ini.
Namun, Liverpool tidak bisa bernapas lega. Real Madrid, yang kerap menjadi pesaing utama The Reds di bursa transfer, dikabarkan siap menghadang langkah tersebut. Los Blancos memiliki sejarah panjang dalam merekrut pemain muda Amerika Latin, dan Mora dianggap sebagai proyek jangka panjang yang sempurna. Persaingan ini mengingatkan pada saga transfer sebelumnya, seperti kasus Jude Bellingham yang akhirnya memilih Madrid ketimbang Liverpool.
Kedatangan Mora ke Anfield juga bisa berdampak langsung pada skuad saat ini. Harvey Elliott, gelandang muda Liverpool yang sempat dipinjamkan ke Aston Villa, terancam tersingkir. Elliott kesulitan mendapatkan menit bermain musim lalu, dan manajer Andoni Iraola mungkin melihat Mora sebagai opsi yang lebih segar dan potensial. Selain itu, status Elliott sebagai produk akademi (homegrown) membuatnya bernilai jual tinggi, yang bisa membantu Liverpool mendanai transfer Mora.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan Liverpool vs Real Madrid dalam merekrut Mora menjadi tontonan menarik. Kedua klub memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan pergerakan di bursa transfer selalu menjadi sorotan. Jika Mora akhirnya memilih Liverpool, ia akan menjadi salah satu prospek muda paling menarik yang pernah bermain di Premier League. Namun, jika Madrid yang menang, tradisi mereka dalam mengorbitkan pemain Amerika Latin bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan jendela transfer musim panas yang masih panjang, saga Gilberto Mora baru akan dimulai. Pertanyaannya, akankah Liverpool mampu mempertahankan keunggulan awal mereka, atau justru Real Madrid yang kembali menjadi momok di menit-menit akhir?



