Wamensos: Kepala Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Pengelola, Melainkan Pemimpin Perubahan
Baca dalam 60 detik
- Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan kepala Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
- Program Sekolah Rakyat, amanat Presiden Prabowo, menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan fasilitas berasrama dan pendampingan sesuai bakat.
- Tata kelola transparan dan budaya disiplin menjadi kunci keberhasilan misi khusus sekolah ini, yang berbeda dari lembaga pendidikan biasa.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Kepala Sekolah Rakyat tidak cukup hanya menjadi administrator pendidikan, melainkan harus tampil sebagai pemimpin perubahan yang memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pernyataan ini disampaikan dalam penutupan Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (8/7), yang diikuti 191 kepala sekolah dan 12 pejabat pembuat komitmen wilayah.
Agus menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang diamanatkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Lembaga pendidikan berasrama ini dirancang dengan sarana modern untuk memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. โHari ini adalah awal perjalanan baru untuk menghadirkan pendidikan yang mampu mengubah masa depan anak-anak yang selama ini belum memiliki kesempatan sama,โ ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Agus, tugas kepala sekolah tidak berhenti pada memastikan proses belajar-mengajar berjalan lancar. Lebih dari itu, mereka harus mampu mengantarkan siswa keluar dari garis kemiskinan. โKita tidak hanya mengelola sekolah biasa. Sekolah Rakyat memiliki misi khusus, yaitu memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan,โ tegasnya.
Kementerian Sosial berkomitmen mendampingi siswa hingga cita-cita mereka tercapai. Agus menyebut, negara akan mengantarkan setiap anak sesuai minatnyaโmenjadi dokter, TNI, polisi, atau pengusaha. Pendekatan personal ini diharapkan mampu memutus lingkaran kemiskinan yang kerap mewariskan keterbatasan dari generasi ke generasi.
Dalam arahannya, Agus juga menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel. Lingkungan Sekolah Rakyat harus menanamkan budaya disiplin, gotong royong, pelayanan, dan kolaborasi. Menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para kepala sekolah diminta menjadikan momen tersebut sebagai awal pembentukan karakter siswa. Budaya kerja keras, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama harus ditumbuhkan sejak dini.
Agus menyebut para kepala sekolah sebagai patriot pembebas kemiskinan. โKalian adalah pelita harapan yang akan menerangi kegelapan dan mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik,โ ujarnya. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja nyata di lapangan, membuktikan bahwa intervensi pendidikan yang tepat dapat mengubah status sosial ekonomi.
Keberhasilan program ini, menurut Agus, akan menjadi bukti bahwa kemiskinan bisa dikalahkan melalui pendidikan. โMari kita buktikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan perubahan bagi saudara-saudara kita yang miskin dan tidak mampu,โ pungkasnya. Pertanyaan yang kini mengemuka: sejauh mana komitmen dan konsistensi para kepala sekolah dalam menjalankan misi besar ini di tengah tantangan birokrasi dan keterbatasan sumber daya?



