Eropa Mendominasi Piala Dunia 2026: Enam dari Delapan Perempatfinalis dari Benua Biru
Baca dalam 60 detik
- Enam dari delapan tim perempat final Piala Dunia 2026 berasal dari Eropa, menandai dominasi terbesar sejak 1994.
- Keberhasilan ini kontras dengan catatan historis Eropa yang jarang juara di luar benua, hanya Spanyol (2010) dan Jerman (2014) yang pernah melakukannya.
- Norwegia dan Swiss menjadi kejutan, dengan Norwegia lolos ke perempat final pertama kali sejak 1998 berkat ketajaman Erling Haaland.

Dominasi Eropa di Piala Dunia 2026 semakin tak terbantahkan. Enam dari delapan tim yang melaju ke babak perempat final berasal dari Benua Biru, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak turnamen digelar di luar Eropa pada 1994. Belgia, Inggris, Prancis, Norwegia, Spanyol, dan Swiss menjadi wakil Eropa, sementara Argentina dan Maroko menjadi pengecualian.
Secara historis, tim Eropa kerap kesulitan saat berlaga di luar benua. Hanya dua kali sejak 1930 mereka berhasil menjadi juara di turnamen yang digelar di luar Eropa: Spanyol di Afrika Selatan 2010 dan Jerman di Brasil 2014. Namun, performa kali ini menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Dengan enam tim di delapan besar, peluang menambah daftar juara dari Eropa di luar benua sangat terbuka.
Awal turnamen sebenarnya tidak mulus bagi tim Eropa. Tujuh dari sepuluh tim Eropa pertama gagal menang di laga perdana grup. Cuaca panas di Amerika Utara sempat menjadi kekhawatiran, tetapi para pelatih tidak menjadikannya alasan. Pelatih Belgia Rudi Garcia menegaskan, "Baik suhu 10 derajat atau 30 derajat, kami seharusnya bisa tampil lebih baik." Pelatih Swiss Murat Yakin juga menyalahkan ketajaman timnya, bukan kondisi lapangan, setelah imbang 1-1 melawan Qatar.
Memasuki fase gugur, tim Eropa menunjukkan ketangguhan menghadapi tekanan. Inggris sukses melewati ujian berat melawan Meksiko di Stadion Azteca, dengan ketinggian dan dukungan publik tuan rumah. Mantan striker Inggris Wayne Rooney memuji performa tim, "Ini membuktikan kami punya tim yang bisa memenangi Piala Dunia. Keyakinan ini sangat besar bagi para pemain." Prancis juga mengatasi permainan keras Paraguay, sementara Belgia menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat di hadapan pendukungnya sendiri.
Dua tim Eropa yang tampil di luar ekspektasi adalah Norwegia dan Swiss. Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun absen, dan berkat ketajaman Erling Haalandโyang sudah mengoleksi tujuh golโmereka melaju ke perempat final. Haaland akan menjadi ancaman serius bagi Inggris di babak selanjutnya. Sementara itu, Swiss mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 setelah menang adu penalti melawan Kolombia. "Ini momen bersejarah," ujar Yakin. "Kami telah mencapai yang terbaik bagi tim Swiss, tetapi perjalanan masih panjang."
Bagi Indonesia, dominasi Eropa ini menjadi pelajaran berharga. Dengan format Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim, peluang bagi negara seperti Indonesia untuk lolos ke turnamen semakin terbuka. Namun, kesenjangan kualitas antara Eropa dan benua lain masih terlihat jelas. Tim-tim Eropa tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga dalam kemampuan beradaptasi dengan kondisi ekstrem, seperti yang ditunjukkan Inggris dan Belgia. Pertanyaannya, mampukah tim non-Eropa memecah dominasi ini di masa depan? Ataukah Eropa akan terus mendikte peta kekuatan sepak bola dunia?



