PAS Gagal Merangkul UMNO di Johor, Muhyiddin Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Upaya Partai Islam Se-Malaysia (PAS) menjalin kerja sama dengan UMNO pada pemilu negara bagian Johor berakhir tanpa kesepakatan, menurut Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Muhyiddin Yassin.
- Perpecahan dalam koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN) kian nyata, dengan PAS dan Bersatu memiliki strategi kampanye berbeda meski tetap satu bendera.
- Bersatu menjadikan pemilu Johor sebagai batu loncatan untuk mengukur elektabilitas partai, sambil berupaya menarik dukungan non-Muslim melalui perubahan anggaran dasar.

Upaya Partai Islam Se-Malaysia (PAS) untuk membangun kembali aliansi dengan United Malays National Organisation (UMNO) menjelang pemilihan umum negara bagian Johor pada 11 Juli dinyatakan gagal oleh Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Muhyiddin Yassin. Dalam wawancara dengan CNA, mantan perdana menteri itu menegaskan bahwa pendekatan PAS terhadap rival lamanya itu tidak membuahkan hasil, mempertegas keretakan di dalam koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN).
Pernyataan Muhyiddin muncul di tengah ketegangan internal PN, yang terdiri dari PAS dan Bersatu, menjelang pemilu Johor. Kedua partai ini terpecah dalam menentukan sikap terhadap Barisan Nasional (BN), koalisi yang dipimpin UMNO dan dianggap sebagai benteng politik di Johor. Sementara PAS secara terbuka merayu UMNO untuk bekerja sama, Bersatu memilih fokus pada kemenangan kursi yang diincarnya.
Menurut Muhyiddin, PAS telah mencoba mendekati UMNO bahkan sebelum masa kampanye dimulai, namun gagal mencapai kesepakatan mengenai pembagian kursi. “Saya dengar PAS berusaha merayu UMNO, tetapi gagal. Mereka mungkin terus mencoba, tapi hingga hari ini belum berhasil,” ujar politisi berusia 79 tahun itu. Ia menambahkan bahwa tidak ada kesepahaman soal imbal balik (quid pro quo) dalam alokasi kursi yang akan diperebutkan.
PAS secara sepihak memutuskan hubungan dengan Bersatu pada bulan lalu, menuduh partai Muhyiddin itu “haus kekuasaan” dan tidak mengutamakan persatuan Melayu-Muslim. Langkah ini membuka peluang bagi PAS untuk menjalin kemitraan baru, termasuk dengan UMNO, yang berpotensi mengubah peta politik menjelang pemilu federal. Wakil Presiden PAS Tuan Ibrahim Tuan Man bahkan secara terbuka mengajak UMNO menghidupkan kembali pakta Muafakat Nasional yang sempat vakum.
Namun, Menteri Besar Johor dari BN, Onn Hafiz Ghazi, menegaskan bahwa BN akan bertarung sendirian tanpa koalisi dengan partai mana pun. Meski demikian, PAS tetap menunjukkan itikad baik dengan meminta anggotanya memilih BN di kursi yang tidak diisi PN. “Jangan pilih Pakatan Harapan,” kata Tuan Ibrahim seperti dikutip media lokal. Presiden PAS Abdul Hadi Awang juga menekankan bahwa Johor tidak boleh diperintah oleh “kaum liberal atau non-Muslim”, memperkuat spekulasi tentang kedekatan dengan UMNO.
Sikap Muhyiddin berbeda dengan PAS. Ia menyatakan pendukung Bersatu bebas memilih partai mana pun di kursi yang tidak diisi PN, tidak seperti PAS yang mengarahkan ke BN. “Pemimpin partai biasanya tidak akan menyuruh dukung oposisi untuk mengurangi kursi PH. Itu tidak masuk akal,” ujarnya. Perbedaan ini berpotensi membingungkan akar rumput PN, meski Muhyiddin mengakui adanya “sedikit kebingungan” namun menegaskan kerja sama tetap berlangsung untuk Johor.
Bersatu menggunakan pemilu Johor sebagai uji coba untuk melihat sejauh mana partai diterima masyarakat. “Saya ingin tahu seberapa dalam Bersatu menembus hati dan pikiran rakyat,” kata Muhyiddin. Hasilnya akan menjadi indikator bagi pemilu di Negeri Sembilan, Melaka, Pahang, dan pemilu federal mendatang. Partai juga berupaya mengubah citra dengan mengamandemen anggaran dasar untuk mengakomodasi anggota non-Muslim melalui sayap multiras bernama Bersekutu.
Muhyiddin mengkritik kinerja pemerintah BN di Johor, terutama dalam hal kesenjangan pendapatan dan pelatihan pemuda. Ia mencontohkan kawasan Kota Tinggi yang mengalami penurunan pariwisata dan fasilitas dasar. “Ketika Anda pikir ada pertumbuhan, Anda tidak turun ke lapangan untuk melihat apakah semua orang baik-baik saja,” katanya. Bersatu berjanji akan fokus pada isu ekonomi, biaya hidup, kesehatan, dan pendidikan.
Pemilu Johor menjadi ajang pembuktian bagi Bersatu di tengah lanskap politik Malaysia yang berubah. Dengan target realistis untuk meningkatkan perolehan kursi, partai Muhyiddin berharap dapat menjadi kekuatan penyeimbang di negara bagian yang selama ini dikuasai BN. Pertanyaannya, akankah perpecahan di PN justru menguntungkan lawan politik mereka?



