Jakub Kamiński Tinggalkan Cologne, Gabung Benfica untuk Tantangan Eropa
Baca dalam 60 detik
- Winger timnas Polandia Jakub Kamiński resmi pindah ke Benfica hanya beberapa pekan setelah kontrak permanennya bersama Cologne diaktifkan.
- Penampilan impresifnya musim lalu—tujuh gol dan lima assist—menjadi katalis ketertarikan klub raksasa Portugal tersebut.
- Kamiński melihat langkah ini sebagai kesempatan bersaing di kompetisi Eropa, meninggalkan Cologne yang gagal mempertahankannya.

Jakub Kamiński, winger internasional Polandia berusia 24 tahun, resmi meninggalkan FC Cologne dan bergabung dengan raksasa Portugal, Benfica, hanya dalam hitungan pekan setelah kontrak permanennya bersama klub Bundesliga itu diaktifkan. Kepindahan ini menandai babak baru dalam karier pemain yang sempat menjadi andalan Cologne musim lalu.
Kamiński menjalani masa peminjaman dari Wolfsburg ke Cologne pada musim 2025/26 dan langsung menjadi favorit suporter. Dalam 34 penampilan di semua kompetisi, ia menyumbang tujuh gol dan lima assist, membantu Cologne mempertahankan status di kasta tertinggi Jerman setelah promosi sebagai juara Bundesliga 2. Performa itu mendorong Cologne mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Wolfsburg yang baru saja terdegradasi. Namun, belum genap sebulan setelah kesepakatan permanen, Benfica datang dengan tawaran yang sulit ditolak.
“Saya merasa sangat nyaman di FC, di dalam tim, dan di kota Cologne sejak hari pertama,” ujar Kamiński dalam pernyataan perpisahan di situs resmi klub. “Lingkungan di sini memungkinkan saya mengeluarkan potensi penuh musim lalu, dan saya akan selalu berterima kasih. Karena itu, kepindahan ini tidak mudah. Namun, dari sisi sepak bola, ini memberi saya kesempatan untuk naik level di klub besar yang berlaga di Eropa. Saya sangat ingin mengambil kesempatan ini.”
Direktur Utama Cologne, Thomas Kessler, mengakui kepergian Kamiński sudah diperkirakan. “Jakub tampil mengesankan musim lalu, baik di lapangan maupun sebagai pribadi. Kami bangga telah menyediakan lingkungan di mana ia bisa menunjukkan potensi penuhnya. Tapi performa seperti itu pasti menarik minat, jadi kami selalu tahu ada kemungkinan ia pergi. Kami berterima kasih atas dedikasinya dan mendoakan yang terbaik,” kata Kessler.
Bagi Benfica, kedatangan Kamiński menambah opsi di lini sayap yang sudah dihuni pemain seperti Ángel Di María dan David Neres. Klub asal Lisboa itu dikenal sebagai batu loncatan pemain ke liga top Eropa, dan Kamiński diharapkan bisa mengikuti jejak rekan senegaranya seperti Robert Lewandowski yang sukses di luar negeri. Di sisi lain, Cologne kehilangan salah satu motor serangan mereka dan harus mencari pengganti di bursa transfer musim panas.
Kepindahan ini juga menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia. Beberapa klub Liga 1 kerap merekrut pemain asal Eropa Timur, dan pergerakan pemain seperti Kamiński bisa menjadi indikator tren pasar. Namun, dampak langsung bagi sepak bola Indonesia mungkin terbatas, mengingat jarak level kompetisi yang masih jauh. Yang jelas, langkah Kamiński menunjukkan bahwa performa konsisten di liga menengah seperti Bundesliga tetap bisa membuka pintu ke klub elite Eropa.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Kamiński bisa bersaing di starting XI Benfica yang penuh bintang, atau justru akan dipinjamkan kembali untuk menit bermain. Satu hal pasti: petualangan barunya di Portugal akan menjadi ujian sejati bagi kemampuan adaptasi dan konsistensinya.



