Jon Rahm Kembali ke PGA Tour di Scottish Open: Antara Prestise dan Masa Depan LIV Golf
Baca dalam 60 detik
- Jon Rahm akan tampil di Genesis Scottish Open pekan ini, menjadi penampilan pertamanya di turnamen PGA Tour di luar major sejak bergabung dengan LIV Golf pada Desember 2023.
- Turnamen yang mempertemukan Rahm, Rory McIlroy, dan Scottie Scheffler ini juga menjadi ajang unjuk gigi LIV Golf di tengah ketidakpastian pendanaan setelah musim ini.
- Perubahan tata letak lapangan Renaissance Club diharapkan memberikan akhir yang lebih dramatis, sementara tiga tiket menuju The Open di Royal Birkdale diperebutkan.

Jon Rahm akhirnya kembali berlaga di ajang PGA Tour di luar turnamen major, menandai babak baru dalam hubungan antara sirkuit tradisional dan LIV Golf. Pebalap asal Spanyol itu akan ambil bagian dalam Genesis Scottish Open di Renaissance Club, East Lothian, pekan ini, setelah sebelumnya absen lebih dari setahun akibat kepindahannya yang kontroversial ke LIV Golf pada Desember 2023.
Kehadiran Rahm menjadi daya tarik utama turnamen berhadiah total ยฃ6,7 juta ini, yang juga diikuti oleh sesama pemain LIV, Tyrrell Hatton, serta bintang PGA Tour seperti Rory McIlroy dan Scottie Scheffler. Rahm bisa tampil karena turnamen ini diselenggarakan bersama oleh PGA Tour dan DP World Tour, dan ia telah menyelesaikan "sengketa" dengan DP World Tour pada Mei lalu. Ini adalah pertama kalinya pemain aktif LIV Golf bermain di turnamen PGA Tour.
Namun, di balik euforia kembalinya Rahm, ada isu yang lebih besar: masa depan LIV Golf. Dalam konferensi pers di Renaissance Club, Rahm mengakui bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk menginvestasikan uangnya sendiri demi menyelamatkan LIV Golf. "Mereka belum meminta saya untuk mengeluarkan uang. Namun, saya belajar untuk tidak pernah berkata tidak," ujarnya. LIV Golf saat ini berada dalam ketidakpastian setelah pendanaan dari Arab Saudi disebut akan dihentikan setelah musim ini.
Scottish Open tahun ini juga menjadi ajang pembuktian bagi juara bertahan Chris Gotterup, yang berusaha menjadi pemain pertama yang memenangkan turnamen ini secara beruntun. Ia datang dengan percaya diri setelah menjuarai John Deere Classic pada Minggu lalu. Sementara itu, McIlroy, yang baru saja memenangkan Masters untuk kedua kalinya secara beruntun pada April lalu, akan berusaha bangkit setelah finis di posisi ke-32 di US Open. McIlroy memiliki rekor bagus di Scottish Open, dengan kemenangan pada 2023 dan finis di lima besar dalam dua kunjungan terakhirnya.
Dari sisi tata letak, Renaissance Club mengalami perubahan signifikan. Meskipun par 70 dan jarak 7.282 yard tetap sama, urutan tujuh hole pertama di front nine dan back nine diubah, kembali ke tata letak yang digunakan pada 2019. Hole 8, 9, 17, dan 18 tetap tidak berubah. Kini, hole pertama adalah bekas hole 10 yang par lima, sementara hole favorit penggemar, "The Thistle" (sebelumnya hole 6), menjadi salah satu dari dua par tiga di empat hole terakhir. Perubahan ini didukung oleh Viktor Hovland, yang menilai bahwa tata letak baru membuat akhir turnamen lebih menarik.
Bagi penggemar golf di Indonesia, Scottish Open menawarkan tontonan kelas dunia dengan persaingan ketat antara pemain PGA Tour dan LIV Golf. Meskipun tidak ada pemain Indonesia yang berlaga, turnamen ini menjadi barometer perkembangan golf global, terutama terkait masa depan LIV Golf yang bisa memengaruhi struktur turnamen di Asia. Selain itu, perubahan tata letak lapangan dapat menjadi inspirasi bagi pengelola lapangan golf di Indonesia untuk menciptakan tantangan yang lebih variatif.
Dengan cuaca yang diperkirakan cerah dan angin tidak lebih dari 15 mph, para pemain diharapkan bisa tampil maksimal. Pertanyaan besarnya: akankah Rahm mampu bersaing dengan McIlroy dan Scheffler, atau justru fokusnya terbagi oleh masa depan LIV Golf yang tidak menentu?



