Benteng Kokoh Spanyol: Rekor Tanpa Gol Jadi Modal Juara Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Spanyol menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tidak kebobolan dalam enam pertandingan beruntun, memecahkan rekor Italia (1990) dan Swiss (2006-2010).
- Kiper Unai Simon mencatat 609 menit tanpa kebobolan, melampaui legenda seperti Walter Zenga dan Iker Casillas, menjadi pilar utama pertahanan La Roja.
- Dengan pertahanan solid dan serangan tajam, Spanyol dianggap sebagai kandidat kuat juara, namun ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi Belgia di perempat final.

Spanyol melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Portugal 1-0 di babak 16 besar, sebuah skor yang mengingatkan pada final 2010 di Cape Town. Namun, jika ingin mengulang sukses 16 tahun lalu, kunci keberhasilan mereka bukan lagi pada tiki-taka yang memukau, melainkan pada pertahanan yang nyaris tak tertembus.
Tim asuhan Luis de la Fuente menjadi satu-satunya kontestan yang belum kebobolan sepanjang turnamen, setelah tuan rumah Meksiko kebobolan tiga gol saat melawan Inggris. Catatan ini melampaui rekor Italia (1990) dan Swiss (2006-2010) yang sebelumnya memegang rekor lima laga tanpa kebobolan beruntun. Total, Spanyol telah melalui 609 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia, termasuk laga terakhir mereka di edisi 2022 yang berakhir imbang tanpa gol sebelum kalah adu penalti dari Maroko.
Kiper Unai Simon menjadi pahlawan senyap di balik rekor ini. Ia memecahkan rekor Walter Zenga (517 menit) dan Iker Casillas (476 menit) sebagai kiper dengan catatan clean sheet terpanjang dalam sejarah turnamen. Menurut analis sepak bola Spanyol Guillem Balague, Simon belum perlu melakukan penyelamatan spektakuler karena pertahanan kolektif Spanyol bekerja sangat disiplin. "Mereka bertahan secara kolektif, banyak melakukan pressing balik, dan menyelesaikan masalah secara individu," ujar Balague.
Kekuatan pertahanan Spanyol tidak lepas dari duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi yang dinilai Balague sebagai "pasangan sempurna" untuk gaya bermain Spanyol. Keduanya piawai dalam mengalirkan bola, membawa bola ke depan, dan bertahan di ruang kosong. Di lini tengah, Rodri yang baru saja memenangkan Ballon d'Or 2024 menjadi "mercusuar" tim, memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Sementara itu, Pedri terus menjadi pengatur serangan, dan Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun kembali pulih dari cedera.
Meski demikian, perjalanan Spanyol sejak juara 2010 tidak mulus. Mereka tersingkir di fase grup pada 2014 dan 2018, serta di babak 16 besar pada 2022. Kini, sebagai juara Eropa bertahan, mereka datang dengan skuad yang lebih matang. Mantan striker Inggris Chris Sutton menilai penampilan Spanyol belum maksimal, tetapi fakta bahwa mereka tidak kebobolan menjadi sinyal bahaya bagi lawan. "Ujian terberat mereka akan melawan Prancis jika keduanya menang," kata Sutton.
Bagi Indonesia, pencapaian Spanyol ini relevan dalam konteks pengembangan sepak bola nasional. Timnas Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong mulai menerapkan pressing tinggi dan pertahanan kolektif, mirip dengan prinsip yang dijalankan Spanyol. Meskipun levelnya berbeda, konsistensi pertahanan menjadi pelajaran berharga bagi Garuda untuk bersaing di level Asia. Spanyol membuktikan bahwa soliditas bertahan bisa menjadi fondasi meraih gelar, sebuah filosofi yang bisa diadopsi oleh tim mana pun.
Langkah Spanyol selanjutnya adalah menghadapi Belgia di perempat final pada Jumat mendatang. Jika mampu melewati laga tersebut, potensi bentrok dengan Prancis di semifinal akan menjadi ujian sesungguhnya. Pertanyaannya, mampukah pertahanan baja Spanyol bertahan menghadapi serangan Mbappe dan kawan-kawan? Atau justru lini serang mereka yang akan menentukan?



