Leeds United Ulangi Sukses Okafor: Tawaran Rp 500 M untuk Kiper Jepang
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan telah mengajukan tawaran €30 juta (£26 juta) ke Parma untuk kiper internasional Jepang, Zion Suzuki.
- Langkah ini meniru strategi transfer ambisius yang sebelumnya berhasil dengan Noah Okafor dari AC Milan, yang langsung menjadi pemain kunci.
- Persaingan ketat dengan Juventus, Manchester United, dan Aston Villa membuat negosiasi masih belum pasti, namun menunjukkan ambisi Leeds bertahan di Premier League.

Leeds United kembali menunjukkan ambisi di bursa transfer dengan mengajukan tawaran senilai €30 juta (sekitar Rp 500 miliar) kepada Parma untuk kiper muda Jepang, Zion Suzuki. Langkah ini mengikuti jejak sukses perekrutan Noah Okafor dari AC Milan musim lalu, yang langsung menjadi andalan di lini depan.
Menurut laporan La Stampa, Leeds telah mengirimkan proposal resmi untuk pemain berusia 23 tahun itu, meski masih harus bersaing dengan Juventus yang juga mengincar kiper timnas Jepang tersebut. Suzuki, yang tampil impresif di Piala Dunia 2022, dianggap sebagai salah satu kiper paling lengkap di Serie A dengan kemampuan penyelamatan, distribusi, dan sweeping yang mumpuni.
Jika berhasil, Suzuki akan menjadi penerus jangka panjang Karl Darlow yang kini berusia 35 tahun. Leeds, yang baru promosi ke Premier League, butuh kiper tangguh untuk bertahan di kasta tertinggi. Okafor, yang dibeli seharga £18 juta dari AC Milan, membuktikan bahwa investasi pada pemain dari Serie A bisa berbuah manis—ia mencetak delapan gol musim lalu dan membantu Leeds menghindari degradasi.
Konteks persaingan transfer ini menarik karena Suzuki sebelumnya dikaitkan dengan Manchester United, Aston Villa, dan Chelsea—klub-klub yang rutin bermain di Liga Champions. Ketertarikan Juventus menambah tensi, namun Leeds tak gentar. "Klub sudah menunjukkan keseriusan dengan mengajukan tawaran awal," tulis La Stampa. Bagi Leeds, merekrut pemain yang diincar raksasa Eropa bukan hal baru—Okafor pun sempat diburu Tottenham, Newcastle, dan Arsenal sebelum memilih Elland Road.
Dari sudut pandang Indonesia, langkah Leeds ini relevan dengan tren klub-klub Eropa yang mulai melirik talenta Asia. Suzuki, yang lahir di Arkansas namun memilih membela Jepang, menjadi contoh bagaimana pemain Asia bisa bersaing di level tertinggi. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ini juga menegaskan bahwa kiper-kiper Asia kini diakui kualitasnya di Premier League, seperti halnya kiper timnas Indonesia yang mulai merambah Eropa.
"Suzuki adalah kiper fenomenal dengan kemampuan all-around," ujar Ben Mattinson, pemandu bakat Como, dalam analisisnya. "Ia bisa menjadi investasi jangka panjang bagi klub mana pun."
Leeds berharap Suzuki bisa mengulangi kesuksesan Okafor, yang langsung beradaptasi dan menjadi pemain kunci. Namun, tantangan terbesar adalah meyakinkan Parma melepas kiper andalannya di tengah minat klub-klub besar. Jika negosiasi berhasil, Suzuki akan menjadi kiper termahal kedua dalam sejarah Leeds setelah Kiko Casilla. Pertanyaannya, mampukah ia membawa Leeds bertahan lebih lama di Premier League, atau justru akan menjadi batu loncatan ke klub yang lebih besar?



